Pengaruh Jenis Media dan Konsentrasi Picloram Terhadap Induksi Embrio Somatik Manggis (Garcinia mangostana L.)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi antara jenis media dasar dengan konsentasi picloram dalam menginduksi embrio somatik manggis secara optimum, mengetahui pengaruh jenis media dasar dalam menginduksi embrio somatik manggis secara optimum, serta mengetahui pengaruh konsentrasi picloram dalam menginduksi embrio somatik manggis secara optimum. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor, pada bulan Februari 2008 sampai dengan Oktober 2008. Penelitian terdiri dari 3 percobaan yaitu percobaan 1 : Induksi embrio somatik mengunakan biji dari buah manggis muda (diameter buah manggis 3.0- 3.9 cm). Percobaan terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu jenis media dengan 3 macam media dasar yaitu: media MS, WPM dan B5. Faktor kedua yaitu konsentrasi picloram dengan 4 taraf yaitu: 0 μM; 0.1 μM; 0.5 μM; dan 1.0 μM, sehingga terdapat 12 perlakuan. Percobaan 2 : Induksi embrio somatik menggunakan biji dari buah manggis muda (diameter buah manggis 4.5-5.5 cm). Percobaan ini terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu jenis media dengan 3 macam media dasar yaitu: media MS, WPM dan B5. Faktor kedua yaitu konsentrasi picloram dengan 4 taraf yaitu: 0 μM; 0.1μM; 0.5 μM; dan 1.0 μM, sehingga terdapat 12 perlakuan. Masingmasing perlakuan terdiri 5 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 1 botol kultur. Percobaan 3 : Induksi embrio somatik menggunakan kalus dari daun manggis Wanayasa yang berasal dari media MS + IBA 0.5 μM + Picloram 0.1 μM + TDZ 0.5 μM. Kalus ditanam pada Media cair B5. Percobaan ini terdiri dari satu faktor yaitu konsentrasi picloram dengan 3 taraf yaitu : 0 μM; 0.5 μM; dan 1.0 μM, sehingga terdapat 3 perlakuan. Masing-masing perlakuan terdiri 4 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 1 botol kultur. Data pada setiap percobaan tidak diuji dengan analisis sidik ragam/uji lanjut. Data disajikan dalam bentuk persentase dan deskriptif. Eksplan pada percobaan 1 membentuk embrio somatik pada kombinasi media WPM + picloram 1.0 μM, media B5 + picloram 0.5 μM, dan media B5 + picloram 1.0 μM dengan persentase yang sama yaitu 6.25 %. Konsentrasi picloram 1.0 μM menghasilkan embrio somatik tertinggi sebesar 4.17 %. Media B5 membentuk embrio somatik tertinggi sebesar 3.13 % Eksplan pada percobaan 2 membentuk embrio somatik pada kombinasi media B5 + picloram 0.1 μM. Kombinasi media B5 + picloram 0.5 μM menghasilkan kalus tertinggi sebesar 25 %. Konsentrasi picloram 0.5 μM membentuk kalus tertinggi sebesar 20 %. Media B5 membentuk kalus tertinggi sebesar 15 %. Kalus yang dikulturkan pada percobaan 3 membentuk kalus kompak, kalus bernodul, dan permukan/tonjolan berwarna hijau. Perlakuan media B5 + picloram 1.0 μM membentuk kalus kompak tertinggi sebesar 55 %. Perlakuan media B5 + picloram 0.5 μM membentuk kalus bernodul tertinggi sebesar 57.5 %. Permukaan kalus yang berubah warna menjadi hijau atau munculnya tonjolan hijau hanya terjadi pada perlakuan media B5 tanpa picloram sebesar 29.17 %.

