Proses Penyutradaraan Iklan Layanan Masyarakat "Bu, Aku Capek!" di DP3AP2KB Kota Depok
Abstract
Berdasarkan laporan dari Indonesia National Adolescent Mental Health Syrvey (I-NAMHS) pada tahun 2022 menunjukan bahwa satu dari tiga remaja Indonesia dengan rentang usia 10-17 tahun memiliki gangguan kesehatan mental. Melihat banyaknya kasus tersebut, DP3AP2KB Kota Depok ingin membuat sebuah iklan layanan masyarakat guna memberitahu salah satu program bernama Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga Harmoni). Iklan layanan masyarakat ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesadaran sikap positif masyarakat, sehingga mereka dapat berani untuk melakukan konsultasi guna mencapai hidup yang lebih layak dan sejahtera.
Data pada proyek akhir ini diperoleh melalui wawancara bersama dinas, dokumentasi, studi pustaka, dan partisipasi aktif sebagai seorang sutradara. Penulis menggunakan gaya penyutradaraan Laissez Faire dan menerapkan manajemen produksi. Hal tersebut dilakukan karena dapat membantu sutradara dan tim untuk melakukan perencanaan yang terstruktur, sehingga proyek yang sedang dibuat dapat berjalan dengan lancar, efisien, dan menghasilkan sebuah karya yang berkualitas. Manajemen produksi ini meliputi tiga tahapan, tahap pra produksi, produksi dan pasca produksi. Based on a report from the Indonesian National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) in 2022, it shows that one in three Indonesian teenagers aged 10-17 years have mental health disorders. Seeing the large number of cases, DP3AP2KB Depok City wanted to create a public service advertisement to inform about one of the programs called the Family Learning Center (Puspaga Harmoni). This public service advertisement aims to increase knowledge and raise awareness of positive attitudes in the community, so that they can have the courage to carry out consultations to achieve a more decent and prosperous life.
The data for this final project was obtained through interviews with the department, documentation, literature study, and active participation as a director. The author uses a Laissez Faire directing style and applies production management. This is done because it can help the director and team carry out structured planning, so that the project being made can run smoothly, efficiently and produce quality work. This production management includes three stages, pre-production, production and post-production stages.
