Pengembangan Produk Muffin Rendah Laktosa Berbahan Dasar Pisang dan Susu Kedelai untuk Balita Gizi Kurang
Abstract
Pisang dan susu kedelai merupakan pangan yang memiliki banyak potensi,
yaitu tinggi energi dan tinggi protein namun memiliki kandungan yang bebas
laktosa sehingga cocok untuk balita gizi kurang yang juga memiliki alergi terhadap
susu sapi. Pisang dan susu kedelai dapat dikembangkan menjadi produk muffin
rendah laktosa sebagai pemberian makanan tambahan pada balita. Penelitian ini
bertujuan untuk mengembangkan produk muffin rendah laktosa berbahan dasar
pisang dan susu kedelai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap 1
faktor dengan 3 perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat
perbedaan yang nyata pada uji hedonik atribut rasa dan tekstur, namun tidak
memberikan perbedaan nyata pada atribut aroma dan warna. Formula muffin yang
terpilih yaitu F2 dengan substitusi susu kedelai sebesar 25% yang memiliki
kandungan energi 258 kkal, protein 3,4 g, lemak 13 g, dan karbohidrat 33,3 g.
Formula ini memiliki kontribusi sebesar 18% energi, 15,3% protein, 27,4% lemak,
dan 15,3% karbohidrat. Produk muffin dapat diklaim sebagai produk sumber protein
karena memenuhi 20% acuan label gizi dan dapat diklaim rendah laktosa karena
memenuhi acuan label gizi yaitu tidak lebih dari 2 g laktosa. Biaya produksi muffin
satu cup sebesar Rp. 5.059.
