Performa Produksi dan Penetasan Telur Itik Alabimaster-1 Agrinak Hasil Perkawinan dengan Rasio Jantan dan Betina yang berbeda
Date
2024Author
Yudiputra, Muhammad Ilham
Soesanto, Iman Rahayu Hidayati
Ulfah, Maria
Metadata
Show full item recordAbstract
Pada program breeding itik petelur, rasio jantan-betina yang tepat sangat
penting untuk memastikan stok bibit itik unggul untuk program pemuliaan. Rasio
jantan-betina dipelajari untuk memastikan stok bibit itik unggul. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio jantan dan betina terhadap hen day
production (HDP), fertilitas, daya tetas, mortalitas dan kualitas anak itik (day old
duck/DOD) Alabimaster-1 Agrinak. Penelitian ini dilaksanakan dari Desember
2023 hingga Maret 2024 di BPSI-UAT. Sebanyak 84 itik berumur 19 bulan dibagi
menjadi 4 kelompok perlakuan rasio jantan dan betina : P1 (1:3), P2 (1:5), P3 (1:7),
dan P4 (1:9) dan dipelihara dalam 12 pan kandang koloni dengan alas litter (3
ulangan per kelompok). Itik diberi pakan dengan kandungan protein kasar 18%.
Sebanyak 1212 butir telur tetas itik Alabimaster-1 Agrinak ditetaskan
menggunakan mesin tetas otomatis Multiplo dengan sistem multistage. Rasio
jantan dan betina tidak berpengaruh pada fertilitas, mortalitas, daya tetas, dan
kualitas DOD namun berpengaruh terhadap HDP, dengan rasio 1:9 menunjukkan
perbedaan tertinggi. In the layer duck breeding program, the appropriate male-female ratio is
crucial to ensure a superior breeding stock for breeding programs. The malefemale ratio is studied to ensure the availability of superior breeding ducklings.
This research aims to know the effect of male-female ratios on hen day production
(HDP), fertility, hatchability, mortality, and the quality of day-old ducklings (DOD)
of Alabimaster-1 laying ducks at Agrinak. The study was conducted from December
2023 to March 2024 at BPSI-UAT. A total of 84 ducks aged 19 months were divided
into 4 treatment groups of male-female ratios: P1 (1:3), P2 (1:5), P3 (1:7), and P4
(1:9), and were housed in 12 colony cages with litter bedding (3 repetitions per
group). The ducks were fed a diet containing 18% crude protein. A total of 1212
eggs of Alabimaster-1 Agrinak laying ducks were incubated using the Multiplo
automatic incubation machine with a multistage system. Male-female ratios did not
affect fertility, mortality, hatchability, and DOD quality but affected HDP, with the
1:9 ratio showing the highest difference.
