Kualitas Fisik Daging Bebek yang Dijual di Pasar Tradisional Kota Bogor
Date
2024Author
Fitri, Nabilla Kinanthi Cahyaning
Noviana, Deni
Purnawarman, Trioso
Metadata
Show full item recordAbstract
Peminat daging bebek yang semakin meningkat harus diikuti dengan peningkatan kualitas daging bebek. Kualitas dapat ditingkatkan dengan menerapkan kesejahteraan hewan pada tempat pemotongan. Penelitian bertujuan memberikan gambaran kualitas fisik daging bebek yang dijual di pasar tradisional Kota Bogor. Sebanyak 45 sampel daging bebek diambil dari 7 pedagang pada tiga pasar di Kota Bogor. Pengujian kualitas fisik daging yang dilakukan meliputi pengujian pH, drip loss, dan susut masak. Hasil penelitian didapatkan bebek dengan uumur > 7 minggu
jarang ditemukan. Nilai pH daging bebek didapatkan berada pada nilai normal dengan rentang 6,10–6,39 di bagian paha. Uji drip loss pada daging bebek memiliki nilai tertinggi 16,70±13,43 pada bebek berumur > 7 minggu dan nilai terendah 10,57±10,81 pada bebek berumur = 7 minggu. Uji susut masak menunjukkan nilai tertinggi 28,77±8,55 pada bebek berumur > 7 minggu dan nilai terendah 24,56±9,18 pada bebek berumur = 7 minggu. Terdapat temuan berupa pendarahan pada bagian dada bebek indikasi perlakuan kasar sebelum pemotongan. Data tersebut menunjukkan daging bebek di pasar tradisional Kota Bogor layak di dikonsumsi masyarakat dengan kualitas terbaik pada bebek umur muda (= 7 minggu).
