Pengaruh Perubahan Musim terhadap Pendapatan Nelayan Udang Jerbung (Penaeus merguiensis) (Studi Kasus Rukun Nelayan Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah)
Date
2024Author
Dewi, Namira Septiana
Kusumastanto, Tridoyo
Nababan, Benny Osta
Metadata
Show full item recordAbstract
Berdasarkan data tahunan Koperasi Unit Daerah (KUD) Mino Saroyo, hasil
produksi udang jerbung di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) PPSC merupakan yang
terbesar di Kabupaten Cilacap. Usaha perikanan tangkap di laut merupakan
aktivitas yang rentan terhadap perubahan musim, seperti kondisi perairan laut
dengan gelombang tinggi ataupun angin kencang yang menjadi gangguan bagi
nelayan dalam melakukan operasional penangkapan udang. Hal ini menyebabkan
terjadinya perubahan hasil tangkapan yang berdampak pada perubahan pendapatan.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi persepsi nelayan terhadap
perubahan musim, (2) mengestimasi perubahan pendapatan nelayan akibat
perubahan musim, (3) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan
nelayan akibat perubahan musim, dan (4) mengkaji bentuk adaptasi yang dilakukan
nelayan dalam menghadapi perubahan musim. Penelitian ini menggunakan metode
penelitian studi kasus dan metode analisis yakni skala likert, analisis pendapatan,
regresi linear berganda dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pengetahuan dan persepsi nelayan terhadap perubahan musim dari 7 indikator
memiliki skor 3,46. Nilai ini berada pada rentang 3,26-4,00 yang artinya nelayan
sangat setuju bahwa perubahan musim memengaruhi pendapatannya. Nelayan
mengalami penurunan pendapatan akibat perubahan musim sebesar Rp 684.424 per
trip atau menurun sebesar 53,34 persen per trip pada saat musim panen. Faktor-
faktor yang berpengaruh signifikan terhadap pendapatan adalah jumlah trip dan
perubahan musim dengan taraf signifikansi 5 persen. Bentuk adaptasi yang paling
banyak dilakukan nelayan dalam menghadapi perubahan musim yaitu
penganekaragaman alat tangkap dengan persentase 45 persen. Adaptasi tersebut
dipilih oleh nelayan untuk menyesuaikan dengan musim ikan di Perairan Cilacap
dan saat alat tangkap trammel net tidak memungkinkan untuk dioperasikan di
daerah penangkapan karena faktor musim. Based on the annual data of the Mino Saroyo Regional Unit Cooperative
(KUD), the production of jerbung shrimp at the PPSC Fish Auction Site (TPI) is
the largest in Cilacap Regency. The marine fisheries sector is a sector that is
vulnerable to seasonal changes, such as sea conditions with high waves or strong
winds which are a distraction for fishers in carrying out shrimp fishing operations.
The purpose of this research is (1) identify fishers perceptions of seasonal changes,
(2) estimate changes in fishers income due to seasonal changes, (3) analyze the
factors that influenced the decrease in fishers income due to seasonal changes, and
(4) examine adaptations made by fishers in dealing with seasonal changes. This
study uses a case study research method and analytical methods are likert scale,
income analysis, multiple linear regression, and descriptive analysis. The results
showed that fishers knowledge and perceptions of seasonal changes form 7
indicators had a score of 3,46. This value is in the range of 3.26 – 4.00, which means
that fishers strongly agree that seasonal changes affect their income. Fishers
experience decrease in income due to seasonal changes of Rp. 684,424 per trip or
a decrease of 53.34 percent per trip during the harvest season. The factors that have
a significant impact on fishers income are the number of trips and seasonal changes
with a significance level of 5 percent. The form of adaptation that fishers use mostly
in dealing with seasonal changes is fishing gear diversification with a percentage of
45 percent. This adaptation was chosen by fishers to adjust to the season change in
Cilacap waters and when trammel net fishing gear can not be operated in fishing
ground due to season change.
