View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Anatomy, Phisiology and Pharmacology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Anatomy, Phisiology and Pharmacology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Toksisitas Nanoemulsi Ekstrak Daun Keladi Tikus (Typhonium flagelliforme) Menggunakan Metode Brine Shrimp Lethality Test

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (705.1Kb)
      Fulltext (1.633Mb)
      Lampiran (1.233Mb)
      Date
      2024
      Author
      Maharani, Yashinta Nasya Yudan Putri
      Siswandi, Riki
      Sutardi, Lina Noviyanti
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Tumor adalah penyakit dengan angka kejadian tinggi pada hewan dan manusia. Beberapa studi menunjukkan bahwa tanaman keladi tikus (Typhonium flagelliforme) telah digunakan sebagai obat tradisional yang berpotensi sebagai anti-tumor karena kandungan senyawa bioaktif di dalamnya. Penghantaran obat dengan nanoemulsi diketahui dapat meningkatkan efektivitas obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sitotoksisitas nanoemulsi dan ekstrak daun keladi tikus menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dalam pengembangan obat anti-tumor. Korelasi positif BSLT dengan aktivitas sitotoksik menjadikan metode ini dapat digunakan untuk menguji potensi senyawa anti-tumor. Ekstrak diperoleh melalui proses maserasi daun keladi tikus, kemudian diformulasikan menjadi nanoemulsi dengan metode emulsion phase inversion. Larutan stok nanoemulsi dan ekstrak daun keladi tikus diencerkan dengan air laut buatan hingga mencapai konsentrasi 10, 100, 500, 1.000 ppm, dan 0 ppm sebagai kontrol. Jumlah larva Artemia salina yang mati setelah perlakuan selama 24 jam dihitung. Nilai Lethal Concentration 50 (LC50) kemudian dianalisis menggunakan metode analisis probit. Hasil BSLT menunjukkan bahwa nilai LC50 nanoemulsi adalah 107,42 ppm dan ekstrak adalah 20,83 ppm. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini mengindikasikan bahwa ekstrak daun keladi tikus lebih sitotoksik dibandingkan nanoemulsi
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153498
      Collections
      • UT - Anatomy, Phisiology and Pharmacology [1047]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository