Kontribusi Long-Range Transport Terhadap Konsentrasi PM 2.5 (Studi Kasus: Baranangsiang, Bogor)
Date
2024Author
Daradjat, Farah Arkan
Turyanti, Ana
Rohmawati, Fithriya Yulisiasih
Metadata
Show full item recordAbstract
Fenomena long-range transport (LRT), merupakan pengangkutan
polutan dari daerah lain dengan jarak lebih dari 100 km. Perlu dilakukan
identifikasi potensi sumber PM2.5 dan melihat fluktuasi konsentrasi PM2.5 di
Kota Bogor. LRT dapat divisualisasikan menggunakan lintasan mundur
HYSPLIT dan klustering. Selain itu, metode Potential source contribution
function (PSCF) digunakan untuk menilai probabilitas dan metode
Concentration weighted trajectory CWT untuk melihat nilai konsentrasi
dominan. Sumber potensial dan tingkat konsentrasi dapat bervariasi
berdasarkan musim di wilayah tersebut. Pada bulan kering sumber polutan
dominan berasal dari arah timur-tenggara sebesar 57.7% dan pada bulan
basah berasal dari arah barat-barat daya sebesar 67.1%. dan 32.9 %.
Konsentrasi maksimum rataan bulanan PM2.5 di Kota Bogor terjadi pada
bulan Juli dengan nilai sebesar 25 µg/??3 dan minimum pada bulan November
sebesar 10 µg/ ??3 . Secara umum faktor kecepatan angin curah hujan, dan
kelembaban memiliki hubungan yang negatif dengan PM2.5. Jika kecepatan
angin tinggi maka polutan akan rendah, curah hujan tinggi maka konsentrasi
menurun, dan kelembaban tinggi konsentrasi akan turun. The phenomenon of long-range transport (LRT) is that pollutants can
be transported from other areas. Identify the potential source of PM2.5 in
Bogor City and see the fluctuation of concentration of PM2.5in Bogor City.
Transport distance with a backward trajectory using the HYSPLIT model,
clustering. Use PSCF for knowing probability and knowing concentration
using CWT method. It is important to understand potential sources and
concentration levels may vary seasonally in the region, potential sources will
follow the season of the area. The dry month was the dominant pollutant from
east-southeast was 57.7% and in the wet month from the west-southwest
67.7%. Concentration of PM2.5in Bogor City maximum is 25 µg/??3 and the
minimum is 10 µg/??3 in July. Because meteorology factors can impact, such
as wind, humidity, and rainfall, they have a negative correlation. If humidity
and wind increased the concentration will be decreased, rainfall increases the
concentration will be decreased.
