Kajian Penurunan Prevalensi Stunting dengan Pendekatan Intervensi Sensitif Menggunakan Least Median of Squares
Date
2024Author
Dewi, Tantri Gustina
Alamudi, Aam
Syafitri, Utami Dyah
Metadata
Show full item recordAbstract
Percepatan angka penurunan stunting pada balita merupakan program
prioritas pemerintah yang termuat dalam Rancangan Pembangunan Jangka
Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Penelitian ini bertujuan memperoleh
model dan penduga koefisien terbaik untuk prevalensi stunting. Faktor yang
dipertimbangkan mengacu pada jenis intervensi sensitif yang tercantum pada
Pedoman Pelaksanaan Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi di
Kabupaten/Kota. Amatan yang digunakan berupa 34 provinsi di Indonesia dengan
karakteristik yang bervariasi sehingga rentan mengandung pencilan. Metode yang
sering digunakan untuk melakukan pendugaan regresi adalah Ordinary Least
Square (OLS). Namun, metode OLS sensitif terhadap pencilan sehingga
mengakibatkan terjadinya pelanggaran asumsi klasik pada model. Oleh karena itu,
diperlukan sebuah metode yang kekar terhadap keberadaan pencilan, salah satunya
adalah Least Median of Squares (LMS). Diperoleh faktor-faktor yang berkontribusi
terhadap prevalensi stunting adalah persentase rumah tangga dengan sumber air
minum layak, akses terhadap sanitasi layak, keikutsertaan dalam program keluarga
harapan (PKH), dan prevalensi kerawanan pangan tingkat sedang atau berat.
Metode LMS menghasilkan hasil yang lebih baik dalam menduga parameter regresi
pada data mengandung pencilan dengan nilai RMSE sebesar 4,249, MAPE 15,491,
dan MAE 3,025. Sementara itu, metode OLS menghasilkan nilai RMSE sebesar
4,199, MAPE 16,030, dan MAE 3,190. Accelerating stunting reduction rates among children under five is
government priority program contained in the National Medium Term
Development Plan 2020-2024. This study aims to obtain the best model and
coefficient estimator for stunting prevalence. The factors considered refer to the
types of sensitive interventions listed in the Guidelines for Implementing Integrated
Stunting Reduction Interventions in Districts/Cities. The observations used are 34
provinces in Indonesia with varying characteristics that are prone to contain outliers.
The method often used to estimate regression is Ordinary Least Square (OLS).
However, the OLS method is sensitive to outliers, resulting in violations of classical
assumptions in the model. Therefore, a method that is robust to the presence of
outliers is needed, one of which is the Least Median of Squares (LMS). The factors
found to contribute to stunting prevalence are the percentage of households with
proper drinking water sources, access to proper sanitation, participation in the
family hope program (PKH), and the prevalence of moderate or severe food
insecurity. The LMS method produced better results in estimating the regression
parameters on data containing outliers with an RMSE value of 4,249, MAPE 15,491,
and MAE 3,025 while the OLS method produces an RMSE value of 4,199, MAPE
16,030, and MAE 3,190.
