Analisis Risiko Iklim Ekstrem di Kota Bandung
Date
2024-06Author
S, Wenceslaus Wewen Wira Permadi
Santikayasa, I Putu
Metadata
Show full item recordAbstract
Peningkatan kejadian cuaca dan iklim ekstrem menyebabkan tingginya frekuensi bencana hidrometeorologi. Banjir menjadi salah satu bencana hidrometeorologi dengan frekuensi kejadian yang tinggi di Indonesia, terutama di Kota Bandung. Banjir menghasilkan ancaman signifikan terhadap populasi akibat dari adanya kejadian curah hujan ekstrem. Oleh karena itu, perlu adanya penilaian risiko iklim ekstrem di Kota Bandung sebagai bagian dari manajemen risiko bencana akibat kejadian iklim ekstrem. Kerangka kerja penilaian risiko terdiri dari interaksi antara faktor penyebab yaitu bahaya, keterpaparan, dan kerentanan sosial. Penelitian ini bertujuan menentukan sebaran tingkat risiko iklim ekstrem di Kota Bandung pada skala desa. Penilaian bahaya dihitung menggunakan 3 indeks curah hujan ekstrem yaitu R50mm, R95p, dan Rx5day dari data curah hujan harian CHIRPS. Penilaian keterpaparan dihitung menggunakan jumlah penduduk di setiap desa. Adapun untuk penilaian kerentanan sosial dihitung menggunakan 6 variabel sosio-demografis dan ekonomi yang telah dilakukan analisis komponen utama (PCA) untuk menentukan bobotnya. Hasil penilaian risiko iklim ekstrem di Kota Bandung menunjukkan wilayah dengan risiko rendah terdapat pada 94 kelurahan (62%), risiko sedang pada 56 kelurahan (37%), dan risiko tinggi pada 1 kelurahan (1%). Penilaian ini diharapkan dapat digunakan untuk pengambilan keputusan dalam manajemen risiko bencana akibat kejadian iklim ekstrem di Kota Bandung.
