Dinamika LE-H di Perkebunan Kelapa Sawit Pada Fenomena Iklim Ekstrim El Nino
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika ketersediaan air kelapa
sawit dengan menggunakan metode perhitungan LE-H ketika fenomena El Nino
dan normal. LE-H berkorelasi dengan berbagai unsur iklim seperti radiasi netto dan
kelembaban tanah. Ditemukan pola curah hujan ekuator dengan sebaran curah
hujan tinggi sepanjang tahun cocok untuk pohon kelapa sawit. Periode basah,
kering, dan sangat kering diidentifikasi berdasarkan data curah hujan, tahun 2015
(El Nino) mengalami curah hujan lebih rendah dibandingkan tahun 2018 (normal)
dan berpotensi memengaruhi ketersediaan air bagi tanaman. Diperoleh hubungan
yang kuat antara ketersediaan air (LE-H) dengan radiasi netto (Rn) pada tiap
periode dan hubungan yang lemah hingga sedang antara ketersediaan air (LE-H)
dengan kelembaban tanah (SM) pada tahun 2015 dan 2018. Analisis menunjukkan
adanya korelasi positif antara LE-H dengan SM dan Rn pada periode basah, kering,
dan sangat kering. Nilai rata-rata LE-H untuk tiap periode berbeda signifikan pada
tahun 2015, sedangkan pada tahun 2018 cenderung sama. Meskipun kondisi El
Nino lebih kering, namun nilai rata-rata LE-H pada tahun 2015 dan 2018
menunjukkan ketersediaan air yang cukup dengan nilai LE-H diatas nol. This research aims to analyze the dynamics of water availability for oil palm
using the LE-H calculation method during El Niño and normal conditions. LE-H
correlates with various climatic elements such as net radiation and soil moisture.
An equatorial rainfall pattern with high rainfall distribution throughout the year was
found to be suitable for oil palm trees. Wet, dry, and very dry periods were
identified based on rainfall data, with 2015 (El Niño) experiencing lower rainfall
compared to 2018 (normal), potentially affecting water availability for the plants.
A strong relationship was found between water availability (LE-H) and net
radiation (Rn) in each period, and a weak to moderate relationship between water
availability (LE-H) and soil moisture (SM) in 2015 and 2018. The analysis showed
a positive correlation between LE-H with SM and Rn during wet, dry, and very dry
periods. The average LE-H values for each period were significantly different in
2015, while in 2018, they tended to be the same. Despite the drier El Niño
conditions, the average LE-H values in 2015 and 2018 indicated sufficient water
availability with LE-H values above zero.
