Penerapan Algoritme Genetika dalam Penentuan Indikator Krisis Keuangan Hasil Pemodelan Machine Learning
Abstract
Krisis keuangan adalah situasi ketika terdapat tanda-tanda kesulitan dan
kerugian keuangan yang memengaruhi sebagian besar sistem keuangan. Besar
dampak yang akan diterima suatu negara dipengaruhi oleh seberapa siap sistem
keuangan yang ada dalam menghadapi syok atau tekanan yang terjadi. Diperlukan
sebuah deteksi dini dalam mempersiapkan jika terjadi tekanan pada sistem
keuangan. Pemodelan machine learning menggunakan data historis krisis keuangan
dapat dimanfaatkan untuk mengantisipasi kejadian krisis tersebut. Penelitian ini
menggunakan data dari macrohistory.net/database yang terdiri dari systemic
financial crises sebagai peubah respon dan 18 indikator makroekonomi dari 17
negara selama 151 tahun. Data tersebut kemudian diolah dengan metode machine
learning yang berasal dari tiga pendekatan berbeda (regresi logistik, random forest,
dan XGBoost). Tingkat kepentingan peubah dalam mendeteksi krisis keuangan
dapat diukur dengan menghitung permutation feature importance. Selanjutnya,
penerapan algoritme genetika dimanfaatkan untuk mendapatkan solusi optimal
untuk urutan tingkat kepentingan peubah berdasarkan ketiga metode tersebut.
Optimasi urutan pemeringkatan menunjukkan bahwa peubah X14 (equity total
return), X10 (leverage) dan X4 (short-term interest rate) merupakan tiga peubah
paling penting berdasarkan algoritme genetika. Hasil pemeringkatan kepentingan
peubah tersebut memiliki kesetujuan dengan ketiga model machine learning,
sehingga dapat digunakan sebagai peubah paling signifikan untuk menjadi indikator
krisis keuangan. A financial crisis is characterized by signs of financial distress and losses
affecting much of the financial system. The magnitude of the impact a country
receives is influenced by its financial system's preparedness to face the occurring
shock or pressure. Early detection is needed to prepare for potential pressure on the
financial system. Machine learning modeling using historical financial crisis data
can be utilized to anticipate crisis events. Data from macrohistory.net/database,
consisting of systemic financial crises as a response variable and 18 macroeconomic
indicators from 17 countries over 151 years, is used in this research. The data is
then processed using machine learning methods derived from three approaches
(logistic regression, random forest, and XGBoost). The level of importance of
variables in detecting a financial crisis is measured by calculating the permutation
feature importance. Subsequently, a genetic algorithm is applied to determine the
optimal solution for the order of variable importance levels based on the three
methods. Optimization of the ranking order showed that the variables X14 (equity
total return), X10 (leverage), and X4 (short-term interest rate) were the three most
important variables based on the genetic algorithm. These variable’s importance
rankings matched the three machine learning models, making them the most critical
financial crisis indicators.
