Analisis Pendapatan Usahatani Ubi Kayu di Kabupaten Lampung Tengah
Date
2024Author
Usvanita, Ellisa
Krisnamurthi, Bayu
Herawati, Herawati
Metadata
Show full item recordAbstract
Petani ubi kayu di Terusan Nunyai memiliki dua pilihan saluran pemasaran ubi kayu, yaitu langsung ke pabrik tapioca atau melalui pedagang pengumpul. Kedua saluran ini berbeda dalam harga, rafaksi, dan layanan, yang menyebabkan variasi pendapatan dan margin pemasaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan pendapatan dan menghitung margin pemasaran pada kedua saluran. Sampel terdiri dari 52 responden: 4 pedagang pengumpul, 28 petani di saluran satu, dan 20 petani di saluran dua. Data primer dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif, analisis biaya dan pendapatan, R/C ratio, uji t independen, dan margin pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan pada pendapatan bersih, penghasilan bersih, R/C biaya tunai, dan R/C biaya total antara kedua saluran. Namun, ada perbedaan signifikan pada penerimaan dan biaya total. Tidak terdapat margin pemasaran pada saluran satu, sedangkan margin pada saluran dua sebesar Rp218,60 per kg. In Terusan Nunyai, cassava farmers can sell their harvest directly to tapioca factories or through intermediary traders. These two channels differ in prices, rafaction, and services, leading to variations in income and marketing margins. This study aims to analyze differences in income and to calculate marketing margins of the two channels. The sample consisted of 52 respondents: 4 intermediary traders, 28 farmers in first channel, and 20 farmers in second channel. Primary data were analyzed using descriptive qualitative methods, cost and income analysis, R/C ratio, independent t-test, and marketing margin. The results showed no significant differences in net revenue, net income, R/C of cash costs, and R/C of total costs between the two channels. However, there were significant differences in revenue and total costs. There is no marketing margin in channel one, while the margin in channel two is IDR 218.60 per kg.
Collections
- UT - Agribusiness [4776]
