Positioning penempatan posisi produk minuman madu : studi kasus di Pusat Perlebahan Nasional Parung Panjang Bogor
View/ Open
Date
2003Author
Bassit, R. Teten Abdul
Burhanuddin
Chandra W, Moch.
Metadata
Show full item recordAbstract
Minuman madu dikembangkan sebagai upaya untuk menanggulangi rendahnya cash flow usaha peternakan lebah madu, selain itu juga merupakan upaya pihak Pusbahnas untuk merubah image (serta cara pandang) masyarakat terhadap produk madu, bukan saja sebagai obat dan bahan pengawet tetapi madu dapat dinikmati setiap saat sebagai minuman segar dan menyehatkan. Minuman madu merupakan suatu produk yang relatif baru dimana pada umumnya produk baru belum banyak dikenal oleh konsumen atau belum dapat membentuk image di benak konsumen tentang produk tersebut. Perusahaan atau produsen sangat perlu menentukan posisi dan statement positioning yang paling tepat bagi produknya di mata konsumen dengan menonjolkan keistimewaan dan kelebihan dari produk yang ditawarkan. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui positioning produk minuman madu yang diproduksi oleh Pusbahnas Parung Panjang Bogor.
Analisis yang digunakan adalah analisis kuadran dan analisis peringkat keunikan produk, kedua analisis tersebut merupakan suatu analisis sederhana. Analisis kuadran menempatkan pentingnya atribut menurut konsumen dan membandingkannya dengan prestasi merek/produk perusahaan menurut konsumen, sedangkan analisis peringkat keunikan produk adalah suatu pendekatan yang menghubungkan keunikan produk dengan penting atau tidaknya atribut tersebut.
Sebagian besar responden dari minuman madu adalah laki-laki sebesar 63.3%. Responden utama minuman madu adalah kelompok yang berusia 30-40 tahun sebesar 37.5%. Responden utama minuman madu adalah berasal dari kelompok yang memiliki tingkat pendidikan relatif tinggi. Sebanyak 19 responden (47.5%) berpendidikan SMU, disusul oleh responden yang berpendidikan Sarjana 22.5 persen (9 orang). Pekerjaan responden minuman madu adalah pegawai negeri sebesar 30 persen (12 orang), diikuti oleh pegawai swasta sebesar 22.5% (9 orang). Penghasilan responden sebagian besar adalah responden dengan penghasilan antara Rp 750.000-1000.000 atau lebih, sebanyak 35% (14 orang). Manfaat pertama yang ingin didapatkan dari mengkonsumsi minuman madu menurut responden adalah bagi kesehatan tubuh sebesar 39.1%. 43.9% responden memilih siang hari untuk mengkonsumsi minuman madu, kemudian 24.2% responden memilih waktu kapan saja. Saat yang paling nyaman untuk mengkonsumsi minuman madu menurut responden adalah saat santai di rumah sebesar 36.5% diikuti oleh saat di tempat kerja sebesar 33.8%. ...
Collections
- UT - Agribusiness [4776]
