View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Kajian morfopatologi dan klinis dari infeksi Filaria sp. pada satwa burung sakit di instalasi karantina hewan sementara (IKHS) CV Harmaco periode November 2001 - Maret 2002

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (6.743Mb)
      Date
      2002
      Author
      Norliani
      Huminto, Hernomoadi
      Sutian, Wawan
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penyakit yang menyerang burung terdiri dari penyakit infeksius dan non infeksius. Penyakit infeksius berdasarkan penyebabnya dapat dibedakan atas penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, cendawan dan parasit. Sedangkan penyakit non infeksius misalnya stres, keracunan, defisiensi dan trauma selama transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati secara histopatologi (HP) beberapa organ usus, ginjal, limpa, hati, paru-paru, mata, otot, otak, dan jantung pada burung- burung yang terinfeksi Filaria sp. Sebanyak 21 ekor sampel burung yang sedang menjalani masa karantina untuk dikirim keluar negeri dan diduga sakit, diambil dari Instalasi Karantina Hewan Sementara (IKHS) milik CV. Harmaco, Tangerang periode November 2001 sampai Maret 2002. Pengamatan yang dilakukan adalah pengamatan secara klinis atau pengamatan ciri fisik burung yang sedang menderita sakit, pengamatan ulas darah, patologi anatomi (PA), dan histopatologi dari organ burung. Dari hasil penelitian didapatkan tiga ekor burung positif terinfeksi Filaria sp. Organ yang mengandung mikrofilaria adalah hati, jantung, otot, paru-paru, ginjal, dan otak. Pengaruhnya terhadap organ yang terinfeksi ditemukan adanya infiltrasi sel radang, kongesti, tubuli mengalami degenerasi hyaline berbutir, dan degenerasi vakuol pada myokard jantung. Secara klinis burung telihat lesu, tidak semangat terbang, kurus, diare, bahkan sampai mati. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa di organ burung yang terinfeksi Filaria sp. ditemukan mikrofilaria dan tidak ditemukan keberadaan dari cacing dewasanya (Filaria sp.). Mikrofilaria tersebut beredar dalam aliran darah (Filaremia). Penyakit yang disebabkan oleh infeksi Filaria sp. tersebut tidak termasuk dalam penyakit hewan karantina. Dengan demikian selama burung tidak menunjukan gejala sakit, maka burung yang terinfeksi Filaria sp. dan subklinis masih tetap dapat diekspor.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/152343
      Collections
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology [2187]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository