Studi penanganan buah ketimun (Cucumis sativus L.) pada periode konservasi dengan menggunakan modifikasi atmosfir untuk mempertahankan viabilitas benih
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cara penanganan buah ketimun (Cucumis sativus L.) selama periode konservasi dengan modifikasi atmosfir.
Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai bulan Juli 1994 di Ciawi, Bogor untuk pengadaan benih; pengisian gas di PT Aneka Gas industri (Persero), Jakarta; Penyim- panan buah di Laboratorium Biokimia dan Ilmu Hayat PAU- IPB; Pengujian benih di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih IPВ. Penelitian disusun secara faktorial dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari tiga faktor. Faktor pertama adalah tingkat kemasakan terdiri dari buah 27 hari setelah berbunga (HSB) dan 32 HSB. Fak- tor kedua adalah kondisi konservasi terdiri dari kondisi atmosfir normal (78% N2: 21% 02 0.03% CO2) pada suhu din- gin; kondisi atmosfir dimodifikasi (90% N2: 5% 02: 5% CO2) pada suhu dingin; kondisi atmosfir normal pada suhu kamar. Faktor ketiga adalah periode konservasi buah terdiri dari konservasi 0, 4 8, dan 12 hari. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali sehingga terdapat 24 kombinasi perlakuan. ...

