Studi penyimpanan benih ketimun (Cucumis sativus L.) pada berbagai tingkat kemaskan buah dan cara pembersihan lendir
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat kemasakan buah dan cara pembersihan lendir terhadap viabilitas benih ketimun selama di penyimpanan.
Penelitian dilaksanakan mulai bulan Juni 1992 sampai dengan bulan Desember 1992, di kebun swakelola PT Ganesha Rattesko Prima untuk penyediaan benih dan Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih IPB untuk penyimpanan dan pengu- jian benih.
Penelitian disusun secara faktorial dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah tingkat kemasakan buah dan faktor kedua adalah cara pembersihan lendir.
Benih ketimun jenis Kareo coklat dipanen pada tiga tingkat kemasakan yaitu 22, 27, dan 32 hari setelah berbunga (HSB), kemudian masing-masing dibersihkan dengan tiga cara pembersihan yaitu secara kimia dengan merendam benih dalam larutan HCl 1% selama 10 menit, secara mekanik dengan menggosokkan serbuk gergaji pada benih, dan secara fermentasi dengan menyimpan benih beserta pulpnya dalam wadah tertutup selama 3 hari. Benih dengan kadar air 7-8% dikemas dalam kantong plastik dan disimpan pada kondisi suhu kamar selama 4 bulan.
Pengamatan viabilitas benih dilakukan setiap bulan, meliputi pengamatan kadar air, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, bobot kering kecambah, dan Valkohol.
Benih ketimun mengalami dormansi karena kulit benih. Kulit benih yang terbentuk akan semakin impermeabel dengan meningkatnya umur buah. Benih dari umur panen 22 HSB memerlukan waktu yang paling singkat untuk pematahan dormansinya, tetapi benih tersebut memiliki vigor daya simpan yang rendah dan tidak menguntungkan bagi produsen benih karena rendemennya kecil. ...
