Analisis Usaha Perikanan Budidaya Perairan Waduk Dengan Jaringg Apung
Abstract
Usaha perikanan dengan jaring apung adalah usaha perikanan yang lnemanfaatkan perairan waduk sebagai media ilntuk lnelakukan budidaya panbesaran ikan. Pada mulanya, usaha ini diterapkan dengan rujuan untuk meningkatkan kondisi sosial ekonomi inasyarakat sekitar waduk. Perkembangan selanjutnya usaha ini telah rnenunjukkan tingkat perkembangan yang pesat. Populasi keramba telah mencapai kondisi yang inelampaui dari jumlah yang dianjurkan. Hal ini inengindikaslkan bahwa usaha ini telah begitu cepat diadopsi dan diterapkan oleh masyarakat sebagai usaha yang produktif. Melihat potensi pengembangan usaha jaring apung yang cukup besar, secara ekonomis cukup prospektif untuk dikembangkan pada masa yang akan datang. Perumusan masalah yang dibahas dala~ilp enelitian ini adalah selain secara pelnbiayaan usaha ini bersifat kapital intensif, dengan situasi krisis seperti saat ini, sejaulnnana pengaruh yang ditiinbulkan akibat dampak krisis ini secara fnansial terhadap tampilan penerimaan dan biaya produksi. Selain itu bagairnana daya tahan usaha ini untuk lnasa yang akan datang, serta sejauhmana gambaran usaha yang terjadi dilihat dari hubungan proses produksi dengan proses pengadaan sarana produksi dan aliran pemasaran yang terjadi. Tujuan penelitian ini yaitu : 1) inengidentifikasi perbedaan keragaan usaha antara sebelurn dan sesudah krisis dengan inenggunakan alat ukur benejil cost analysis yang inenghitung komponen finansial seperti NPV, IRR, dan BC rasio. 2) menjelaskan perbedaan keragaan usaha KJA dilihat dari kelayakan usaha berdasarkan analisis finansial antara sebelu~nk risis dan sesudahnya. 3) menelusuri gambaran usaha berdasarkan hubungan fungsional antara kegiatan produksi dengan kegiatan pengadaan sarana produksi serta kegiatan pemasaran hasil jaring apung sebagai sistem usaha yang bemawasan agribisnis. Lokasi penelitian ini dilakukan di Waduk Cirata Kabupaten Cianjur, penentuan lokasi ini dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan bahwa Waduk Cirata merupakan satu-satunya waduk yang ada di Jawa Barat yang mempunyai tingkat pemanfaatan perairan yang dominan untuk usaha jaring apung ini. Waktu penelitian ini dilaksanakan anbra Bulan November 1999 san~pd~ein gan Januari 2000. Unit sa~npel yang dijadikan unit elementer penelitian (unit pengt~kuran) yakni petani jaring apung, ditentukan sebanyak 65 RTP (~umahta ngga petani). Jumlah unit sa~npeiln i dia~nbil secara proporsional dari jumlah populasi sampel petani yang ada di Waduk Cirata. J~unlahp edagang pakali dia~nbils ebanyak 9 pedagang dan pedagang pengumpul serta pedagang besar diambil masing-masing sebanyak 4 pedagang dengan melihat aliran dan tujuan pasar yang ditu.ju. Sedangkan pengecer, pedagang yang berada di lokasi t~ljuan pasar dialnbil sebanyak 3 pedagang. 7'ujuan pasar yang dimasuki dalam pemasaran produk jaring apung ini adalah pasar konsumen Jakarta (Pasar Kramat Jati), Sukabumi, dan Bekasi.
Collections
- UT - Agribusiness [4776]

