Studi pendahuluan perbandingan serasah daun yang dihasilkan oleh beberapa jenis pohon untuk lansekap kota
Abstract
Suatu kota berkembang sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk.
Perkembangan Fisik suatu kota dapat berdampak positif ataupun negatif. Perkembangan yang tidak terkendali dan terarah akan menyebabkan berbagai masalah, salah satunya adalah menurunnya kualitas lingkungan. Kondisi tersebut akibat semakin banyaknya ruang terbangun sehingga mengurangi lahan untuk ruang terbuka hijau. Taman selain bernilai estetika, juga berfungsi sebagai ruang terbuka hijau. Sebagai ruang terbuka hijau, taman-taman dengan vegetasinya dapat berperan dalam memproduksi oksigen, mengontrol iklim setempat, mencegah erosi, serta menyimpan air tanah, bahkan mereduksi polusi debu, kebisingan, menahan angin, dan menyerap sinar matahari.
Masalah yang dihadapi saat ini adalah taman yang awalnya sangat indah, setelah beberapa waktu terbengkalai. Hal ini diakibatkan oleh ada atau tidaknya penanganan pemeliharaan pasca pembangunan taman. Pemeliharaan merupakan salah satu faktor yang menunjang keberhasilan suatu pembangunan taman. Pemeliharaan taman meliputi pemeliharaan ideal dan pemeliharaan fisik. Untuk mengurangi tenaga dan biaya dalam pemeliharaan fisik, khususnya pembersihan taman dari kotoran-kotoran serasah daun, maka perlu adanya suatu perencanaan dalam pemilihan jenis tanaman. Perencanaan pemilihan jenis tanaman ini salah satunya dilakukan dengan cara melihat tingkat absisi daun (kerontokan) dari beberapa jenis tanaman yang umum digunakan dalam penataan lansekap di perkotaan.
