Struktur komunitas makrozoobenthos di perairan utara Pulau Batam-Bintan dan laut Natuna
View/ Open
Date
1999Author
Silaen, Veronika Mikelya
Damar, Ario
Adiwilaga, Enan M.
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur komunitas makrozoobenthos berdasarkan tipe substrat dan parameter fisika-kimia terkait pada Perairan Utara Pulau Batam-Bintan dan Laut Natuna. Penelitian ini menggunakan data sekunder makrozoobenthos dan parameter fisika-kimia perairan Utara Pulau Batam-Bintan dan Laut Natuna yang didapat dari Studi Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) pada Kegiatan Pipanisasi Gas Bawah Laut di Kabupaten Dati II Kepulauan Riau Kotamadya Batam Propinsi Dati I Riau, pada bulan April 1998.
Stasiun pengamatan berjumlah empat belas stasiun, yaitu Stasiun 1-6 di perairan Utara Pulau Batam-Bintan sedangkan Stasiun 7 14 di perairan Laut Natuna. Pengambilan contoh dilakukan satu kali pada bulan April yang mewakilli musim Peralihan. Contoh makrozoobenthos dan substrat diambil dengan alat Petersen Grab. Parameter fisika dan kimia yang diukur langsung di lokasi pengamatan (in situ) meliputi: suhu, kecepatan arus, salinitas, oksigen terlarut (DO), dan pH. Sedangkan yang diukur di laboratorium adalah: kebutuhan oksigen biokimiawi (BOD), kebutuhan oksigen kimiawi (COD). Analisis data yang dilakukan terhadap makrozoobenthos untuk melihat struktur komunitasnya, meliputi: kepadatan, pola sebaran jenis, keanekaragaman, keseragaman, dominansi, serta analisis nodul untuk melihat preferensi makrozoobenthos terhadap habitatnya.
Hasil pengamatan terhadap komunitas makrozoobenthos diperoleh sebanyak 81 jenis makrozoobenthos yang tergolong ke dalam 13 kelompok organisme, yaitu: Polychaeta, Pantopoda, Cephalochordata, Crustacea, Foraminifera, Sipunculoidea, Echinodermata, Oligochaeta, Bryozoa, Nematoda, Pelecypoda, Gastropoda, Nemertina.
Nilai indeks keanekaragaman jenis makrozoobenthos (H) di perairan Utara Pulau Batam-Bintan (diwakili Stasiun 1-6), umumnya tergolong rendah...
