View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Aquatic Resources Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Aquatic Resources Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Studi tentang keberhasilan penetasan telur penyu hijau Chelonia mydas L. dan rasio jenis kelamin tukik di pantai Pangumbahan Kabupaten Sukabumi

      Thumbnail
      View/Open
      full text (13.45Mb)
      Date
      1999
      Author
      Sugianti, Liza
      Silalahi, Saddon
      Hitam, Muhammad Sjarif
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan penetasan secara semialami, faktor-faktor yang mempengaruhi laju tetas telur dan rasio kelamin tukik penyu hijau yang dihasilkan dari penetasan semialami di Pantai Pangumbahan. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 30 September sampai dengan 30 Nopember 1998. Tempat penelitian di Pantai Pangumbahan, Kabupaten Daerah Tingkat II Sukabumi, Propinsi Jawa Barat. Percobaan ditempatkan di areal penetasan yang dipagari dan dibagi menjadi 2 yaitu sarang dengan naungan, dan sarang tanpa naungan. Metode yang dipakai untuk memindahkan telur adalah metode "transincubation", yaitu pemindahan telur-telur penyu dari sarang alami ke dalam sarang semialami. Dalam penelitian ini masa inkubasi telur bervariasi antara 48 sampai 58 hari. Suhu pasir pada kedalaman 40 cm dan 60 cm mempunyai fluktuasi yang lebih besar dibandingkan dengan suhu pasir pada kedalaman 80 cm Hal lain yang menyebabkan perbedaan pembacaan suhu sarang adalah kesederhanaan alat yang tersedia. Cara pengambilan telur turut mempengaruhi laju keberhasilan penetasan telur. Faktor lain yang juga berpengaruh terhadap laju penetasan adalah selang waktu pengambilan telur dari sarang alami. Apabila pengambilan telur dilakukan setelah lebih dari dua jam, maka pemindahan dilakukan dengan lebih berhati-hati dengan tidak merubah posisi telur. Setelah lebih dari dua jam, telur sangat peka terhadap faktor luar dan bila terganggu maka embrio dapat mengalami kematian. Tukik yang memiliki sisik preanal besar akan menjadi tukik jantan dan tukik tanpa sisik preanal besar akan menjadi tukik betina. Gonad yang diambil dari tukik tanpa sisik preanal besar tampak garis tepiannya berkerut-kerut berpola granuler...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/151895
      Collections
      • UT - Aquatic Resources Management [2679]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository