Analisis usaha ternak ayam buras dan peran kelompok dalam pengembangannya : study kasus kelompok peternak tanjung dikecamatan Ciomas, kabupaten bogor
Abstract
Ayam buras merupakan salah satu komoditas peternakan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan perlu mendapat perhatian serius dalam upaya pembangunan dan pengembangan peternakan secara keseluruhan. Walaupun pola pengusahaannya masih berbentuk peternakan rakyat, tetapi diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga dapat meningkatkan peranan ekonominya bagi peternak.
Penelitian ini didesain sebagai suatu studi kasus yang dilakukan pada kelompok peternak ayam buras "Tanjung" yang berlokasi di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive dengan jumlah peternak yang dijadikan sampel sebanyak 32 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode sensus (complete enumeration). Analisis data yang dilakukan adalah dengan menggunakan analisis statistik deskriptif.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) karakteristik peternak anggota kelompok Tanjung dan karakteristik usahaternak ayam buras yang mereka jalankan; (2) tatalaksana peternakan ayam buras dan tingkat produktivitas ternak ayam buras; (3) besar pendapatan usahaternak ayam buras dan sumbangannya bagi pendapatan keluarga peternak; serta (4) fungsi dan peran kelompok Tanjung bagi pengembangan usahaternak ayam buras di wilayah penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata umur peternak adalah 40,16 tahun, yang berkisar antara 22 sampai 60 tahun. Seluruh peternak pernah mengikuti jenjang pendidikan formal, yaitu tamat SD (40,62%), tidak tamat SD (3,12%), tamat SLTP (21,88%), tamat SLTA (21,88%), Diploma (9,38%) dan Sarjana (3,12%). Peternak telah menjalankan usahaternak ayam buras rata-rata selama 3,35 tahun. Peternak umumnya bekerja sebagai ibu rumah tangga (46,88%), pedagang (28,12%), petani (6,25%), sisanya adalah PNS, pensiunan PNS dan karyawan swasta (18,72%). Tanggungan keluarga peternak berkisar antara 1 sampai 7 orang, dengan rata-rata sebanyak 4 orang.
Berdasarkan hasil usahaternak, pola usaha yang dijalankan peternak adalah pola usaha campuran antara ayam buras pedaging dan petelur atau bersifat dwiguna, dengan sistem pemeliharaan semi intensif. Usahaternak ayam buras yang diusahakan peternak masih merupakan usaha sambilan. Tenaga kerja yang digunakan seluruhnya adalah tenaga kerja keluarga karena masih terbatasnya ayam buras yang mereka pelihara.
Di wilayah penelitian, kepemilikan kandang yang digunakan peternak adalah milik sendiri. Tipe kandang yang banyak digunakan peternak adalah tipe ren atau umbaran terbatas (65,25%). Pakan yang diberikan peternak terdiri dari dedak, jagung giling, makanan komersial, sisa-sisa dapur dan hijauan. Untuk memperoleh bibit, semua peternak melakukan penetasan telur secara alami (dierami induknya)....
Collections
- UT - Agribusiness [4789]
