Analisis strategi pemasaran produk bio teh pada PT. Arteri Megah, Kota Depok, Jawa Barat
Abstract
Salah satu komoditas perkebunan yang potensial dikembangkan yaitu teh. Teh merupakan komoditas yang diminati untuk diminum sebagai pelepas dahaga maupun untuk kesehatan. Teh merupakan komoditas yang dapat dibudidayakan dengan tehnik pertanian organik. Tahun 2002 konsumsi teh merupakan bahan minuman yang menempati urutan keempat terbesar setelah gula pasir, kopi bubuk, dan gula merah. Sedangkan ekspor hasil perkebunaan tahun 2001, volume dan nilainya cukup tinggi serta menempati urutan ketiga setelah biji coklat dan kopi. Prospek industri teh pun semakin cerah dengan digalakannya back to nature terhadap konsumsi makanan dan minuman. Apalagi setelah ditemukannya khasiat mengkonsumsi teh bagi kesehatan tubuh. Hal ini semakin memperbesar peluang industri pengolahan teh dan upaya memperluas segmen pasar.
Dalam menjalankan usahanya, perusahaan memiliki permasalahan yang dihadapi. Permasalahan yang dihadapi diantaranya berasal dari kondisi lingkungan perusahaan yang berubah. Lingkungan eksternal yang berubah berupa adanya krisis ekonomi mengakibatkan menurunnya daya beli masyarakat, tingkat persaingan yang cukup tinggi dari pesaing perusahaan, dan adanya tekanan dari produk subtitusi. Sedangkan lingkungan internal yang berubah diantaranya penggunaan mesin baru dan pergantian karyawan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peluang dan ancaman yang dihadapi PT. Arteri Megah serta kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan dalam kegiatan pemasaran, menganalisis penerapan bauran pemasaran produk Bio Teh yang telah dilakukan oleh PT. Arteri Megah, dan menganalisis alternatif strategi pemasaran beserta prioritasnya yang seharusnya ditempuh oleh PT. Arteri Megah.
Data disajikan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan manajemen strategi dan manajemen pemasaran. Analisis deskriptif kualitatif digunakan untuk mengetahui bauran pemasaran; posisi produk (PLC); dan lingkungan perusahaan agar diketahui apa yang menjadi peluang, ancaman, kekuatan, dan kelemahan yang dihadapi perusahaan; serta analisis TOWS. Sedangkan analisis kuantitatif digunakan pada matriks IFE, matriks EFE, matriks IE, dan matriks QSPM. Untuk perumusan strategi, dilakukan melalui tiga tahap, yaitu (1) tahap input dengan menggunakan matriks EFE dan IFE, (2) tahap pemaduan atau pencocokan dengan menggunakan matriks matriks IE dan TOWS, dan (3) tahap pengambilan keputusan yang menggunakan matriks QSPM.
Analisis yang dilakukan pada bauran pemasaran diketahui bahwa produk perusahaan beragam dan berkualitas, harga cukup kompetitif, distribusi berjalan lancar tetapi tergantung kinerja agen, brosur menarik, dan promosi kurang efektif. Sedangkan analisis PLC menghasilkan posisi produk perusahaan, berada dalam tahap perkenalan dengan penjualan yang rendah dan belum menghasilkan laba. ...
