View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Studi tumpangsari antara tempuyung (Sonchus arvensis L.) dan jagung (Zea mays L.) pada berbagai tingkat populasi terhadap pertumbuhan dan produksi

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (1.657Mb)
      Date
      1994
      Author
      Suaibah
      Hariyadi
      Januwati, M.
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan IPB Sindangbarang dengan ketinggian tempat 250 m di atas permukaan laut dan jenis tanah Latosol. Percobaan dilaksanakan pada bulan Juni sampai September 1993. Percobaan bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana naungan yang disebabkan oleh jagung masih dapat ditoleransi tempuyung serta pengaruh tumpangsari antara kedua- nya terhadap pertumbuhan dan produksinya pada berbagai tingkat populasi. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor, delapan perlakuan, setiap perlakuan diulang tiga kali. Perlakuan yang dicobakan adalah jagung monokultur populasi 33 333 tan/ha (P1) dan jagung monokultur populasi 16 666 tan/ha (P2), tempuyung monokultur populasi 83 333 tan/ha (P3) dan tempuyung mono- kultur populasi 62 500 tan/ha (P4), tumpangsari jagung 33 333 tan/ha dan tempuyung 83 333 tan/ha (P5), tumpangsari jagung 33 333 tan/ha dan tempuyung 62 500 tan/ha (P6) tumpangsari jagung 16 666 tan/ha dan tempuyung 83 333 tanaman/ha (P7) serta tumpangsari jagung 16 666 tan/ha dan tempuyung 62 500 tan/ha (P8). Peubah yang diamati untuk tanaman tempuyung meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, Indeks Luas Daun (ILD), bobot basah dan bobot kering daun hasil panen. Sedangkan peubah yang diamati pada jagung meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, Indeks Luas Daun (ILD), jumlah tong- kol per batang, jumlah biji per tongkol, bobot pipilan ke- ring, bobot 1000 butir, bobot tongkol basah berkelobot dan bobot tongkol basah tanpa kelobot. Populasi jagung tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan produksi jagung, tetapi berpengaruh terhadap ILD. Nilai ILD jagung monokultur 33 333 tan/ha (P1) lebih besar daripada jagung monokultur 16 666 tan/ha (P2). Ja- gung monokultur P1 mempunyai ILD sebesar 2.040 sedangkan jagung monokultur P2 sebesar 1.088. Pada pola tumpangsari nilai ILD jagung tertinggi dimiliki oleh tumpangsari ja- gung 33 333 tan/ha dan tempuyung 62 500 tan/ha (P6) yaitu sebesar 2.016…dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/151815
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7625]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository