Pengaruh komposisi medium tumbuh dan lama pengomposan terhdap hasil produksi jamur shiitake (Lentinus edodes)
View/ Open
Date
1993Author
Koesoma, Poppy Damajanti
Harjadi, Sri Setyati
Gunawan, Agutin Wydia
Metadata
Show full item recordAbstract
Tujuan penelitian ini adalah membandingkan pengaruh berbagai komposisi kompos serbuk gergaji-kapas sebagai medium tumbuh dan lama pengomposan kapas terhadap hasil produksi Jamur Shiitake.
Penelitian dilaksanakan pada bulan Pebruari sampai dengan bulan Agustus 1992 di rumah jamur milik PT Esa Genangku, Sukabumi.
Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 9 perlakuan (persentase berdasarkan volume), yakni Mo (100% serbuk gergaji, 0% kapas), M₁ (50% serbuk gergaji, 50% kapas dengan lama pengomposan 4 hari), M2 (50% serbuk gergaji, 50% kapas dengan lama pengomposan 7 hari), M3 (33.3% serbuk gergaji, 66.7% kapas dengan lama pengomposan 4 hari), M4 (33.3% serbuk gerga- ji, 66.7% kapas dengan lama pengomposan 7 hari), M5 (25% serbuk gergaji, 75% kapas dengan lama pengomposan 4 ha- ri), Mg (25% serbuk gergaji, 75% kapas dengan lama pengomposan 7 hari), M7 (20 % serbuk gergaji, 80% kapas dengan lama pengomposan 4 hari), Mg (20% serbuk gergaji, 80 % kapas dengan lama pengomposan 7 hari). Terdapat duapu- luh ulangan untuk setiap perlakuan dan setiap ulangan terdiri dari satu kantung medium tumbuh.
Pada penelitian ini produksi rata-rata Jamur Shiitake yang diperoleh rendah (kurang dari 50 g per kantung medium tumbuh) dan pemanenan hanya dilakukan satu kali akibat se- rangan Trichoderma sp. Pada akhir penelitian terdapat 29.44% medium tumbuh yang tidak terkontaminasi (dari total medium tumbuh yang ada); perlakuan M2 dan M5 tidak memberikan hasil sama sekali karena semua ulangan terserang Trichoderma sp. Perlakuan komposisi medium tumbuh dan lama pengomposan kapas tidak berpengaruh nyata terhadap komponen produksi (bobot basidioma dan jumlah basi- dioma).
Umumnya perambatan miselium pada medium campuran lebih lambat dibandingkan dengan medium tunggal. Medium campuran dengan berbagai komposisi menghasilkan primordium yang lebih sedikit daripada medium tunggal. Perlakuan Mo memberikan hasil bobot total jamur dan rata-rata jumlah basidioma tertinggi, sedangkan untuk bobot jamur per basi- dioma yang tertinggi diperoleh dari perlakuan M₁ dan M3. Terlihat kecenderungan bobot jamur perbasidioma yang semakin rendah dengan semakin banyaknya jumlah basidioma. Pada penelitian ini penggunaan medium campuran cenderung memberikan hasil yang lebih rendah dibandingkan dengan medium tunggal….dst
