Penggunaan Larutan Hidrolisat Ampas Bromelain Nanas sebagai Biofungisida untuk Pengendalian Penyakit Phytophthora pada Nanas (Ananas Comosus L.).
Date
2024Author
Lestari, Sita Ayu
Agusta, Herdhata
Hapsari, Dhika Prita
Metadata
Show full item recordAbstract
Nanas (Ananas comosus L.) merupakan tanaman yang termasuk dalam famili Bromeliaceae. Tanaman ini memiliki buah berbentuk semak dengan duri di ujung dan tepi daun, serta tulang daun yang sejajar. Buah nanas memiliki kulit hijau kekuningan dan daging kuning. Salah satu kendala produksi nanas adalah penyakit busuk hati (Heart Rot) yang disebabkan oleh jamur Phytophthora sp., yang mampu bertahan lama di tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas biofungisida organik dari limbah bromelain terhidrolisa dalam mengatasi penyakit Phytophthora sp. pada tanaman nanas. Pengujian biofungisida dilakukan di laboratorium Waste and Ecotoxicology, Institut Pertanian Bogor, sementara aplikasinya di lapangan di perkebunan nanas PT. Great Giant Pineapple, Lampung. Rancangan percobaan menggunakan RKLT 2 faktor, yaitu jenis biofungisida (H250, H300, T500(5%), T500(10%), H250 + T500(5%), H250 + T500(10%), H300 + T500(5%), H300 + T500(10%)) dan konsentrasi biofungisida (0%, 20%, dan 40%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi optimal untuk biofungisida adalah 40% H250 dan 40% H300, memberikan penghambatan patogen Phytophthora lebih efektif dibandingkan dengan konsentrasi 20%. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan solusi organik untuk mengatasi masalah penyakit pada tanaman nanas.
