View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh tingkat kematangan kompos dan macam aktivator yang ditambahkan pada pengomposan eceng gondok (Eichornia crassipes (Mart.) Solms) terhadap pertumbuhan bibit kako (Theobroma cacao L.)

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (12.66Mb)
      Date
      1996
      Author
      Miranti, Wiwies
      Lontoh, A. Pieter
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian bertujuan mengetahui tingkat kematangan kompos dan macam aktivator yang ditambahkan pada pengomposan eceng gondok yang baik untuk pertumbuhan bibit kakao. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan IPB Sindang- barang dengan ketinggian tempat 240 m di atas permukaan laut. Penelitian dimulai pada bulan Oktober 1994 sampai dengan bulan Mei 1995. Bahan tanaman yang digunakan adalah benih kakao yang diperoleh dari Kebun Percobaan Rajamandala, PTP XII Bandung. Bahan organik yang dipakai adalah eceng gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) yang diambil dari Situ Gede Cikarawang, Bogor. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Acak Kelompok Faktorial. Keseluruhan percobaan ada 16 perlakuan yang terdiri 15 perlakuan dan satu kontrol. Metode pengolahan data menggunakan dua cara. Pertama, untuk mengeta™ hui pengaruh penambahan kompos pada bibit terhadap kontrol digunakan RAK satu faktor. Kedua untuk mengetahui pengaruh tingkat kematangan kompos dan macam activator yang ditambahkan digunakan RAK dua faktor. Faktor pertama adalah tingkat kematangan kompos eceng gondok yaitu 4 minggu (D1), 8 minggu (D2) dan 14 minggu (D3). Faktor kedua adalah macam aktivator yang ditambahkan (M), yang terdiri dari eceng gondok tanpa aktivator (M1), eceng gondok + kapur (M2), eceng gondok + kapur+ urea (M3), eceng gondok + kapur+ pupuk kandang ayam (M4) dan eceng gondok + kapur + Organik Soil Treatment (M5). Penelitian dilaksanakan secara bertahap. Tahap pertama adalah pem- buatan kompos eceng gondok dengan tiga tingkat kematangan yang ditambah dengan berbagai aktivator (organik dan anorganik); tahap kedua pembibitan kakao dan tahap ketiga studi pengaruh kompos terhadap bibit kakao. Peubah yang diamati yaitu meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, bobot basah dan bobot kering. Pengamatan pertumbuhan bibit dilakukan setiap bulan. Untuk bobot kering dilakukan pada akhir percobaan…dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/151629
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository