Pengaruh jenis inokulum dan waktu inokulasi Gigaspora margarita terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.)
View/ Open
Date
1995Author
Prihartanti, Harimas Wahju
Yahya, Sudirman
Gunawan, Livy Winata
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua je- nis inokulum cendawan mikoriza arbuskula (MA) dan menentu- kan waktu inokulasi yang tepat
Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok satu faktor dengan empat kelompok. Terdapat dua buah kontrol yaitu: (1) transplanting semaian berumur 7 hari tanpa ino- kulasi cendawan G. margarita (2) transplanting semaian berumur 14 hari tanpa inokulasi cendawan G. margarita. Perlakuan terdiri dari kombinasi 2 faktor, yaitu jenis inokulum dan waktu inokulasi. Inokulum yang digunakan adalah inokulum campuran akar terinfeksi, spora dan tanah yang telah disimpan 10 bulan dalam keadaan kering udara (M₁) dan inokulum akar terinfeksi (M2). Waktu inokulasi terdiri dari 4 perlakuan yaitu: pemberian cendawan G. margarita pada saat persemaian 0 hari dibiarkan selama tu- juh hari di persemaian (T2); pemberian cendawan G. marga- rita saat persemaian 0 hari dibiarkan selama 14 hari di persemaian (T3); pemberian cendawan G. margarita saat pe- mindahan semaian pada saat berumur tujuh hari di persemaian (T4); pemberian cendawan G. margarita pada saat pemindahan semaian pada saat berumur 14 hari di persemaian (T5). Jumlah satuan percobaan seluruhnya 40 buah dan masing-masing satuan percobaan terdiri dari 3 pot. Percobaan diawali dengan perbanyakan inokulum cenda- wan G. margarita di Laboratorium Mikrobiologi LIPI Kebun Raya Bogor, pada bulan Januari 1993 Mei 1994. Percobaan pembibitan kakao dilaksanakan di lokasi penelitian Jurusan Budi Daya Pertanian, Fakultas Pertanian, Institut Pertani- an Bogor, Sindangbarang, pada bulan Mei Desember 1994.
Pengamatan pertama dilakukan pada minggu ke-6 setelah tanam dan selanjutnya dilakukan setiap 2 minggu sekali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun. Di akhir penelitian dilakukan penga- matan terhadap bobot kering total, bobot kering tajuk, bobot kering akar dan prosentase infeksi akar, serta kandungan P tanah.
Hasil penelitian menunjukkan inokulum campuran akar terinfeksi, spora dan tanah yang telah disimpan 10 bulan ternyata masih mampu menginfeksi walaupun lambat dan dengan variasi infeksi yang lebar. Pengamatan akar kakao yang diinokulasi inokulum akar terinfeksi pada minggu pertama menunjukkan adanya kolonisasi cendawan yang dibe- rikan…dst
