View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis Saluran Distribusi Penjualan Sepatu dan Sandal Pada Cv. Mulia, Jakarta

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (2.815Mb)
      Date
      1996
      Author
      Sumantoro, Bambang
      Herlina, Lien
      Krisnamurthi, Y. Bayu
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      CV.Mulia adalah industri sepatu dan sandal berlokasi di Ciomas, Bogor. Produk utama semula adalah sepatu ABRI, karena sejarah berdirinya perusahaan adalah sebagai leveransir pada Babek (Badan Perbekalan) ABRI. Tahun 1982 diangkat sebagai anak angkat PT.Sepatu Bata dan perusahaan telah berkembang memproduksi untuk pasaran Umum dan ekspor sejak tahun 1992. Saluran distribusi yang dipergunakan dapat dikelompokkan ke dalam 4 (empat) saluran dengan pangsa penjualan selama tahun 1995 sebagai berikut: (1) Saluran melalui Babek ABRI (46,7%); (2) Saluran kepada PT. Sepatu Bata (14,6%); (3) Ekspor (22,6%) dan (4) Saluran melalui Distributor/Retailer (14,9%). Selama beberapa tahun nampak bahwa biaya penjualan secara relatip meningkat lebih cepat daripada peningkatan penjualan. Tujuan dari Geladikarya adalah untuk melakukan analisis saluran distribusi yang dilaksanakan oleh perusahaan. Dalam analisis ini akan dikaji kekuatan dan kelemahan masing-masing saluran distribusi, dianalisis pula saluran yang paling efisien dan efektip yang diukur dengan membandingkan antara biaya distribusi dengan realisasi penjualan masing-masing saluran distribusi. Bauran pemasaran sebagai strategi yang penting dalam memasarkan produknya selama ini sudah dilaksanakan seluruhnya, namun belum maksimal. Hal tersebut karena perusahaan masih meproduksi jenis barang yang khusus dan masih terbatasnya kemampuan produksi. Dari keempat saluran distribusi yang digunakan, nampak selama 4 (empat) tahun terakhir saluran melalui distributor/ retailer adalah yang paling efisien. Namun jika dilihat dari omzet penjualan, maka omzet yang terbesar adalah saluran melalui Babek ABRI. Sejalan dengan hasil temuan pada geladikarya yakni dengan efisiennya pada saluran distributor dan atau retailer, perusahaan juga telah mengembangkan saluran ini. Perubahan stra- tegi distribusi tersebut berdasarkan hasil temuan perusahaan dipasar bahwa salah satu distributor tidak loyal lagi dengan cara meniru produk sejenis pada perusahaan sepatu lainnya dengan harga yang lebih rendah. ...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/151474
      Collections
      • MT - Business [4063]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository