Formulasi Strategi Pemasaran Kemasan Kaleng Tinplate : Studi Kasus Di Pt. Sinar Djajcan
Abstract
Kemasan kaleng tinplate telah menjadi suatu atribut pemasaran yang penting, karena mampu menciptakan nilai kemudahan bagi konsumen dan nilai promosional bagi produsen (Kotler, 1991).
Industri kemasan kaleng tinplate di Indonesia memperlihatkan perkembangan yang cukup baik. Hal ini terdorong oleh tumbuhnya industri pemakai kemasan tersebut. Dari gambaran konsumsi kaleng di Indonesia terlihat bahwa produksi kemasan kaleng tinplate mendominasi pemenuhan kebutuhan konsumsi kemasan kaleng secara keseluruhan. Namun jika melihat perkembangan konsumsi kaleng di Indonesia, ternyata sejak tahun 1994 perkembangannya menunjukkan kecenderungan meningkat dengan pertumbuhan yang menurun. Menurut CIC (1996) hal ini diperkirakan disebabkan oleh semakin berkembangnya industri substitusi kemasan non metal seperti kemasan plastik, botol dan kemasan flexible lainnya. Hasil pengamatan CIC (1996) memprediksi untuk tahun-tahun mendatang pertumbuhan tersebut akan semakin menurun.
Namun demikian ternyata hal tersebut tidak menghalangi keinginan investor untuk masuk ke dalam industri, karena industri kemasan kaleng tinplate di Indonesia dinilai masih cukup cerah. Kondisi yang demikian membuat persaingan semakin ketat, dengan ditandai masuknya pendatang baru dan adanya perluasan kapasitas produksi oleh beberapa industri kemasan yang telah mapan. Hal ini mengakibatkan kapasitas produksi yang tersedia jauh lebih besar dibanding kebutuhan konsumsi oleh industri pemakai.
Collections
- MT - Business [4063]
