Straegi Pengembangan Pimpinan Operasional Melalui Pelatihan Pada Pd. Sari Sedap Indonesia
Abstract
Rumusan masalah yang dikemukakan adalah (1) Bagaimana mengembangkan sumberdaya manusia khususnya pimpinan operasional dalam upaya mengantisipasi tingkat persaingan yang semakin tajam pada masa yang akan datang (2) Bagaimana menentukan prioritas alternatif strategi pengembangan pimpinan operasional melalui pelatihan. Tujuan dari geladikarya ini melakukan analisis faktor, aktor dan tujuan yang dominan mempengaruhi pelaksanaan program pelatihan pimpinan operasional dan menentukan prioritas alternatif strateginya. Metoda penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Data primer diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan menggunakan daftar pertanyaan. Sedangkan data sekunder diperoleh dari catatan administrasi dan laporan perusahaan serta hasil studi pustaka. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis dengan menggunakan metoda Proses Hirarki Analitik (PHA). Pengolahan data dilakukan melalui komputer dengan menggunakan program Lotus 123 Release 5.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang dominan mempengaruhi program penyelenggaraan pelatihan ini adalah sumberdaya manusia pada perusahaan dengan bobot 0,389. Adapun aktor (pelaku) yang dominan adalah pemilik perusahaan dengan bobot 0,366 sebagai penentu kebijakan perusahaan, disamping personalia dan pimpinan operasional sendiri masing-masing dengan bobot 0,195 dan 0,161. Sedangkan tujuan utama dari penyelenggaraan program ini adalah peningkatan produktivitas kerja dengan bobot 0,375 dan peningkatan omset dengan bobot 0,264. Urutan prioritas alternatif strateginya adalah pemilihan materi pelatihan dengan bobot 0,367, program tindak lanjut pasca pelatihan dengan bobot 0,245, pemilihan metoda dan pemilihan penyelenggara pelatihan masing-masing dengan bobot 0,224 dan 0,165.
Dari analisis tersebut di atas tampak adanya keterkaitan yang erat pada level hirarkinya. Sumberdaya manusia pada perusahaan yang merupakan faktor yang dominan perlu ditingkatkan pengetahuan dan wawasannya melalui program pelatihan, sedangkan pemilik perusahaan sebagai penentu kebijakan yang merupakan aktor utama diperlukan komitmennya. Peningkatan produktivitas kerja dan peningkatan omset merupakan tujuan utama baik dari pemilik maupun pimpinan operasional. Hal ini tercermin dari alternatif strategi yaitu pemilihan materi pelatihan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan serta program tindak lanjut pasca pelatihan yang komponen utamanya adalah promosi dan mutasi.
Collections
- MT - Business [4063]
