Kajian Penetapan Suku Bunga Pinjaman Pada Pemberian Kredit Di Bank Tabungan Pensiunan Nasional
View/ Open
Date
1997Author
Siahaan, Henry M.P.
Harianto
Tanopruwito, Djoni
Metadata
Show full item recordAbstract
Berkembangnya bank-bank di Indonesia di satu sisi merupakan prestasi yang cukup membanggakan tetapi di sisi lain kondisi pasar sekarang dan terutama di masa datang adalah kompetitif dan akan semakin kompetitif. Ini berarti bahwa bank yang bisa bertahan hidup adalah bank yang bisa bersaing dengan baik di dalam pasar yang kompetitif itu. Apalagi dengan adanya deregulasi bulan Februari 1991 (Pakfeb 1991) merupakan upaya pemerintah untuk memantapkan eksistensi dan kesehatan perbankan di Indonesia.
Dalam menghadapi kondisi demikian, bank dituntut untuk memiliki sistem dan strategi penetapan harga yang tepat agar keuntungan bank tetap akan terpelihara dan tumbuh dengan baik walaupun menghadapi persaingan yang semakin ketat. Bank selaku financial intermediary sangat berkepentingan pada tingkat bunga yang ditawarkannya sebab bila bank menetapkan tingkat suku bunga yang tidak tepat dalam arti terlalu tinggi atau terlalu rendah maka keuntungan yang diperoleh akan kurang maksimal.
LR adalah penjumlahan biaya dana (COF), OHC, COR dan laba yang diharapkan. Konsep perhitungan biaya dana di masing-masing Bank Komersial Indonesia masih terdapat perbedaan. Perbedaan ini mulai dari hal prinsip seperti pada perhitungan biaya dana Rupiah saja atau gabungan Rupiah dan Valuta Asing, antara biaya dana pihak ketiga saja atau gabungan dengan dana pasar antar bank, antara dana berbiaya saja atau seluruh dana termasuk di dalamnya dana sendiri dan dana tidak berbiaya. Sementara itu, ada tiga metode dalam menetapkan biaya dana (Historical Average Cost, Weighted Average Projected Cost of All Sources, dan Marginal Cost of Funds)....dst
Collections
- MT - Business [4062]
