View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis Kinerja Operator Traktor Second Kennedy Round Viii (Skr) Di Daerah Transmigrasi (Studi Kasus Kabupaten Kota Waringin Barat Propinsi Kalimantan Tengah

      Thumbnail
      View/Open
      full text (25.49Mb)
      Date
      1997
      Author
      Saifuddin
      Mangkuprawira, Sjafri
      Moelyadi
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Dalam upaya meningkatkan taraf hidup transmigran telah dilakukan berbagai upaya peningkatan hasil produksi pertanian tanaman pangan. Salah satu upaya tersebut adalah pemberian bantuan peralatan pertanian yang dikenal dengan Program SKR (Second Kennedy Round). Program ini merupakan bantuan peralatan pertanian dari pemerintah Jepang yang ditujukan untuk beberapa lokasi transmigrasi guna membantu transmigran dalam meningkatkan produksi pertanian khususnya tanaman pangan. Jenis bantuan antara lain meliputi 4 WD tractor, hand tractor/power tiller, mist blower, sprayer, rice milling, multipurpose power unit, pompa irigasi, dan power threser, yang didistribusikan kepada 20 propinsi penerima bantuan. Dalam Petunjuk Pelaksanaan Pengelolaan SKR, salah satu unsur penting adalah keberadaan operator. Dalam petunjuk teknis Direktur Jenderal Bina Masyarakat Transmigrasi Tahun 1992 disebutkan bahwa peralatan dan mesin pertanian hanya boleh dioperasikan dan dirawat oleh operator yang memiliki ketrampilan teknis dan mekanis serta yang diserahi tanggung jawab. Berdasarkan hasil evaluasi Biro Perencanaan Deptrans dan PPH Tahun 1995, kendala yang menyebabkan belum optimalnya pengelolaan peralatan SKR adalah kemampuan dan disiplin operator. Hal ini sekaligus menggambarkan bahwa operator sangat berperan dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan program SKR. Oleh karena itu, permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah yang berkaitan dengan kemampuan kerja operator. Berdasarkan hasil evaluasi Biro Perencanaan di atas, maka dirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut: 1) sejauhmana kesenjangan (gap) yang ada antara kemampuan operator yang diinginkan (patokan) dan kemampuan operator yang sebenarnya di lapangan; 2) faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kinerja operator peralatan SKR dan 3) sejauhmana upaya-upaya yang telah dilakukan dalam meningkatkan kinerja operator peralatan SKR. Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan kinerja operator. 2) menganalisis kesenjangan antara kemampuan operator yang diinginkan (patokan) dengan kemampuan operator nyata; dan 3) menganalisis berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja operator sehingga menghasilkan kinerja sesuai yang diharapkan. Berdasarkan teori-teori yang melandasi penelitian ini, ada beberapa faktor yang diduga berhubungan dengan kinerja operator yang bila dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah usia, pendidikan, motivasi dan pengalaman kerja. Sedangkan yang termasuk ke dalam faktor eksternal meliputi lingkungan kerja, prosedur kerja /pengoperasian, upah dan penilaian atasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai dan kajian manajemen. Selanjutnya, untuk menguji berbagai variabel yang diduga berpengaruh terhadap produktivitas kerja operator dilakukan uji statistik. Berdasarkan asumsi bahwa masing-masing variabel yang diteliti mempunyai ukuran skala ordinal yang memungkinkan setiap responden operator yang diteliti diberi jenjang (ranking), maka metode uji statistik yang dinilai efektif digunakan adalah metode koefisiensi korelasi tata jenjang Spearman (r.). karena diantara respoden operator yang diteliti kemungkinan mempunyai nilai atau ranking yang sama untuk suatu variabel yang sama (nilai kembar) dimana hal ini cukup besar pengaruhnya terhadap nilair, maka digunakan pula satu faktor koreksi dalam perhitungan r-nya. Responden dalam penelitian ini adalah para operator traktor yang mengoperasikan dan memelihara traktor di unit-unit pemukiman transmigrasi. Dalam penelitian ini tolok ukur kemampuan kerja yang digunakan adalah produktivitas kerja operator, yaitu kemampuan mereka untuk menyelesaikan pekerjaan pengolahan tanah per satuan luas tertentu dalam satuan waktu tertentu. Tolok ukur produktivitas kerja ini dinilai lebih representatif untuk dijadikan tolok ukur utama dalam menilai kemampuan kerja operator, karena dapat menggambarkan pula berbagai aspek lainnya misalnya tingkat keterampilan operator, kondisi traktornya sendiri, upah dan pendapatan. dst....
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/151339
      Collections
      • MT - Business [4063]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository