View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis Kebutuhan Pelatihan Di Pt.Citra Abadi Sejati

      Thumbnail
      View/Open
      full text (3.135Mb)
      Date
      2000
      Author
      Sitompul, Gunnainum H
      Djohar, Setiadi
      Gumbira, Said, E
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Industri garmen merupakan salah satu penghasil devisa negara dan merupakan andalan Indonesia karena memiliki peluang pasar yang besar dan sangat kompetitif. Kunci sukses industri garmen tidak lepas dari peranan sumberdaya manusianya. Produktivitas dan mutu sumberdaya manusia yang dimiliki suatu perusahaan yang bergerak di bidang garmen harus terus dikembangkan untuk menghadapi era globalisasi. PT. CAS memiliki sasaran jangka pendek yaitu pemenuhan target produksi yang harus dipenuhi oleh para supervisor. Pihak manajemen melihat bahwa target produksi belum terpenuhi secara maksimal. Selama ini, supervisor melaksanakan tugasnya tanpa memperhatikan efisiensi dan hasil yang memuaskan. Berdasarkan identifikasi masalah tersebut maka tujuan dari geladikarya ini adalah melakukan kajian terhadap program pelatihan di PT. CAS saat ini apakah sudah sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan pekerjaan yang diinginkan perusahaan dan merumuskan program kebutuhan pelatihan yang sesuai dengan sasaran yang ingin dicapai oleh PT. CAS berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan dan berdasarkan hasil analisis kebutuhan pelatihan dengan ruang lingkup yang dibatasi hanya pada Supervisor. Geladikarya dilaksanakan bulan Mei sampai bulan Juli 2000. Metode yang digunakan dalam geladikarya ini adalah studi kasus dengan menggunakan alat analisis Training Need Analysis Tools (TNA-T), dengan melakukan pengukuran kemampuan kerja pribadi (KKP) dan kemampuan kerja jabatan (KKJ) berdasarkan uraian pekerjaan yang dimiliki supervisor. Ada delapan jenis uraian pekerjaan supervisor di PT. CAS yaitu 1). mengontrol pekerjaan, 2). memecahkan masalah dan mengambil keputusan, 3). berkomunikasi, 4). mendelegasikan wewenang, 5). memanajemen waktu, 6). memotivasi, 7). memimpin, dan 8).membuat laporan dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan adalah data kualitatif dan kuantitatif dan pengumpulan data melalui observasi langsung ke lapangan, wawancara dan penyebaran kuisioner dengan jumlah responden sebanyak 36 orang supervisor untuk mengevaluasi program pelatihan yang telah dilakukan dan untuk menganalisa kebutuhan pelatihan untuk supervisor. Hasil kajian geladikarya menunjukkan bahwa program pelatihan yang dilaksanakan oleh perusahaan selama ini masih perlu mengalami perbaikan karena program pelatihan yang dilaksanakan selama ini termasuk dalam katagori kurang baik. Jenis pelatihan yang telah dilakukan selama ini adalah Dasar Manajemen, Mentalitas Dasar, Komunikasi, Bahasa Inggris, Gugus Kendali Mutu, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, sertaKesejahteraan Karyawan. Responden menginginkan metode pelatihan yang lebih bervariasi. Materi-materi yang ada tidak seluruhnya mendukung pekerjaan para responden. Waktu pelatihan kurang. Kriteria instruktur yang ada termasuk dalam katagori kurang baik setelah dilakukan penilaian terhadap kriteria tertentu. Seluruh responden menginginkan fasilitas ditambah dan diperbaiki. Hasil analisis kebutuhan pelatihan untuk supervisor divisi store 1 jenis uraian pekerjaan telah cukup pelatihan yaitu nomor 5 (memanajemen waktu) dan 7 jenis lainnya memerlukan pelatihan yaitu uraian pekerjaan nomor 1,2,3,4,6,7, dan 8 (mengontrol pekerjaan, memecahkan masalah dan mengambil keputusan, berkomunikasi, mendelegasikan wewenang, memotivasi, memimpin, dan membuat laporan dan dokumentasi. Untuk divisi Cutting, sewing dan finishing semua uraian pekerjaan membutuhkan pelatihan yaitu mengontrol pekerjaan, memecahkan masalah dan mengambil keputusan, berkomunikasi, mendelegasikan wewenang, memanajemen waktu, memotivasi, memimpin, dan membuat laporan dan dokumentasi. Selanjutnya untuk divisi Quality Assurance satu uraian pekerjaan yang telah cukup pelatihan yaitu uraian pekerjaan nomor 1 (mengontrol pekerjaan) sementara tujuh lainnya yaitu memecahkan masalah dan mengambil keputusan, berkomunikasi, mendelegasikan wewenang, memotivasi, memimpin, dan membuat laporan dan dokumentasi memerlukan pelatihan. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan pelatihan dapat diidentifikasi bahwa pada semua divisi produksi masih memerlukan pelatihan, meskipun ada beberapa uraian pekerjaan yang telah cukup pelatihan, namun untuk peningkatan mutu secara terus menerus maka pelatihan harus tetap dilakukan. Berdasarkan hasil geladikarya maka perusahaan sebaiknya bekerjasama dalam melakukan pelatihan bagi karyawannya dengan lembaga pelatihan atau institusi di luar lingkup perusahaan karena selama ini perusahaan belum pernah melakukan kerjasama dengan pihak manapun.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/151239
      Collections
      • MT - Business [4063]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository