Perencanaan Sistem Informasi Transaksi Penjualan Barang Kerajinan Pada Perusahaan X Di Desa Sukaluyu (Jawa Barat)
View/ Open
Date
2000Author
Iskandar, Sugeng
Suroso, Arif Imam
Seminar, Kudang Boro
Metadata
Show full item recordAbstract
Krisis ekonomi yang melanda Indonesia selama tiga tahun terakhir ini telah berdampak besar bagi kehidupan bangsa Indonesia. Keadaan ini telah menimbulkan kecemasan masyarakat, namun di lain pihak juga telah membangkitkan ide-ide kreatif sebagian masyarakat sebagai upaya untuk tetap bertahan.
Krisis ekonomi yang dialami Indonesia saat ini telah pula menyadarkan banyak pihak dan sekaligus membuktikan peranan UKM sebagai salah satu sokoguru perekonomian yang mampu menyangga perekonomian Indonesia. Laporan hasil penelitian yang dilakukan oleh ECONIT dan PAU UGM (1999) juga menyebutkan bahwa 60% dari 10,7 juta orang yang bekerja pada sektor industri (1997) diserap oleh industri kecil dan rumah tangga.
Faktor yang kerap diungkap dan diyakini sebagai penyebab kuranf diapresiasinya keberadaan UKM adalah berbagai kegagalan yang dialami UKM. Kegagalan program-program tersebut, sebagaimana terungkap dalam Konferensi Nasional Usaha Kecil Pertama, adalah lemahnya koordinasi antara lembaga-lembaga terkait dan kurangnya akses informasi bagi UKM.
Kesulitan UKM untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan juga menyebabkan pemecahan masalah utama UKM yaitu: masalah permodalan, pemasaran dan bahan baku sulit dilakukan. Fakta tersebut menunjukkan bahwa penguasaan informasi merupakan salah satu "kunci sukses" untuk mencapai tujuan suatu organisasi dalam kompetisi bisnis, baik level nasional maupun internasional. Kunci sukses inilah yang seharusnya dimilik oleh UKM-UKM yang ada Indonesia untuk meningkatkan dan memperluas usaha mereka.
Sumber informasi pasar yang umumnya diandalkan oleh para pengrajin selama ini adalah para tengkulak/ pengumpul (middlemen). Interaksi antara para pengrajin dengan para pengumpul sesungguhnya merupakan kondisi yang ideal dalam perdagangan jika kedua belah pihak berada pada posisi tawar yang sama namun kenyataannya tidak demikian.
Kondisi yang timpang seperti ini juga terjadi pada UKM kerajinan di Desa Sukaluyu, Jawa Barat, sehingga mendorong para pendiri Perusahaan X untuk melakukan perubahan dengan terjun sebagai middlemen dengan konsep kemitraan yang lebih adil.
Pengalaman selama terjun langsung dalam kegiatan produksi pengrajin telah mengajarkan kepada para pendiri Perusahaan X bahwa pola kemitraan yang adil dapat dilaksanakan dengan spesialisasi sehingga tercipta keseimbangan posisi tawar selain tentunya efisiensi dan efektivitas. Para pendiri Perusahaan X menyadari untuk dapat beroperasi tetapi memudahkan Perusahaan X dalam bertransaksi dengan para pengrajin sebagai pemasok. Proses pemesanan barang-barang kerajinan menjadi sangat cepat dan akurat sehingga penumpukan jenis barang- barang kerajinan tertentu dapat dihindari para pengrajin dapat berproduksi pada tingkat yang lebih efisien.
Laporan-laporan yang dihasilkan oleh sistem informasi transaksi sebagai output akan memudahkan manajemen Perusahaan X dalam melakukan perencanaan pemasaran dan melakukan pembinaan pada para pengrajin agar barang-barang kerajinan yang dihasilkan dapat ditingkatkan mutunyan sesuai dengan keinginan konsumen.
Sistem Informasi Transaksi Penjualan Barang Kerajinan Perusahaan X yang dikembangkan ini masih berupa prototipe desain dasar yang menampilkan input, process dan output yang ada dalam sistem tersebut. Agar implementasi sistem ini nantinya berjalan dengan baik maka perlu dikembangkan dan dilengkapi dengan: (1) Melakukan uji coba operasional agar dapat menampung masukan-masukan baru dari operator mengingat kegiatan operasional Perusahaan X sesungguhnya belum berjalan sehingga pada implementasi sistem nantinya tidak terjadi kesalahan-kesalahan yang tidak perlu, (2) Menyusun prosedur-prosedur operasional yang disepakati oleh para manajer Perusahaan X agar operasionalisasi sistem berjalan terencana dan mudah dilacak bila terjadi kesalahan, (3) Mengembangkan system interface agar Sistem Informasi Transaksi Penjualan Perusahaan X ini dapat dihubungkan dengan sistem informasi lain yang diperlukan oleh perusahaan dimasa yang akan datang, misalnya dengan sistem informasi akuntansi dan sistem informasi IPB
pemasaran.
Collections
- MT - Business [4063]
