Laporan Manajemen Atas Dasar Segmen Usaha Pada Pt.Bank Rakyat Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bogor
View/ Open
Date
1999Author
Rinaldi, Irwan
Syah, Hamdani M
Hermawan, Aji
Metadata
Show full item recordAbstract
Sejak tahun 1998, BRI melakukan reorganisasi dengan memisahkan secara tegas penanggungjawab dari masing-masing segmen usaha. Pada tingkat kantor cabang, terdapat dua segmen usaha, yakni segmen ritel dan segmen mikro. Kredit segmen mikro adalah berupa kredit umum pedesaan (Kupedes) dengan jumlah maksimum Rp 50 juta per nasabah, sedangkan kredit segmen ritel adalah kredit di luar kupedes dengan jumlah maksimum Rp 3 milyar per nasabah. Dalam menghimpun dana, baik segmen ritel maupun segmen mikro sama-sama melayani produk giro, tabungan dan deposito. Kelebihan dana di suatu segmen dapat dipakai oleh segmen lainnya dengan imbalan pendapatan bunga intern bagi segmen yang kelebihan dana.
BRI Kantor Cabang Bogor, adalah salah satu cabang BRI yang telah melakukan reorganisasi. Jika sebelumnya Pemimpin Cabang BRI Bogor membawahi operasi di 1 kantor cabang dan 27 kantor BRI Unit, maka sekarang operasional di kantor cabang ditujukan untuk melayani segmen ritel yang dipimpin oleh Pemimpin Cabang Ritel, dan operasional di 27 kantor BRI Unit ditujukan untuk melayani segmen mikro yang dipimpin oleh Pemimpin Area Mikro.
Untuk menilai kinerja masing-masing segmen usaha di BRI Kantor Cabang Bogor diperlukan suatu laporan manajemen yang secara periodik menyajikan kinerja atas dasar segmen usaha. Laporan tersebut juga bisa berfungsi sebagai salah satu alat pertanggungjawaban pemimpin masing-masing segmen. Laporan manajemen yang saat ini dibuat BRI Kantor Cabang Bogor terdiri dari: (1) Laporan Realisasi Anggaran setiap triwulan, dan (2) Laporan Keragaan Usaha setiap bulan. Namun kedua laporan tersebut belum secara khusus dimaksudkan untuk menilai kinerja segmen, karena lebih menekankan pada kinerja gabungan dan disusun dengan format sebelum diadakannya reorganisasi.
Mengingat kedua segmen yang ada berfungsi sebagai profit centre, maka dalam menyusun laporan manajemen atas dasar segmen usaha, indikator-indikator profitabilitas dijadikan sebagai indikator utama. Dalam hal ini terdapat 6 indikator yang diukur bagi setiap segmen, yakni (1) Net Interest Margin (NIM) yakni selisih antara pendapatan bunga dan biaya bunga, (2) rasio NIM terhadap aktiva produktif, yang biasanya berupa pinjaman yang diberikan kepada nasabahnya, (3) laba bersih, yakni NIM setelah ditambah dengan pendapatan selain pendapatan dst...
Collections
- MT - Business [4109]
