Studi pertumbuhan dan perkembangan ketimun (Cucumis sativus L.) dalam kultur aseptik
Abstract
cipta milit Penelitian ini bertujuan untuk melihat pangaruh berba- gai konsentrasi sitokinin (21P) dan auksin (IAA) terhadap pertumbuhan dan perkembangan ketimun hibrida varietas Spring Swallow dan untuk mengetahui konsentrasi sitokinin dan auk- sin yang terbaik untuk perbanyakan ketimun tersebut dalam kultur aseptik. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kul- tur Jaringan Jurusan Budi Daya Pertanian IPB, dari Maret hingga Juni 1989.
Eksplan yang digunakan berasal dari kecambah ketimun yang berumur 7-10 hari. Pucuk berikut kotiledon dan hipo- kotil dengan panjang sekitar 0.5 cm ditanam dalam media Mu- rashige-Skoog yang diberi kombinasi perlakuan 2ip (0.1, 0.2, 0.4 atau 0.6 ppm) dan IAA (0, 0.01 atau 0.1 ppm).
Setelah masa kultur 4 minggu, dilakukan subkultur de- ngan menggunakan bahan tanaman (inokulum) yang terdiri da- ri satu buku tunggal yang berasal dari eksplan awal. Sub- kultur dilakukan sebanyak dua kali (dua passage).
Semua perlakuan menghasilkan sebuah tunas per kultur. Pada ketiak daun muncul tunas aksilar.
Perlakuan 2ip 0.1 ppm lebih mudah menginduksi pemben-
tukan tunas aksilar dan daun. Sebaliknya penambahan IAA
0.01 ppm mengurangi pembentukan tunas aksilar. Perlakuan ...
