Pengaruh beberapa jenis tingkat kekerasan media Agar dan 2.4-D terhadap produksi tunas mikro kentang (Solanum tuberosum L.)
View/ Open
Date
1995Author
Yuliati, Lastri
Wattimena, G. A.
Purwito, Agus
Metadata
Show full item recordAbstract
Suatu penelitian untuk mengetahui pengaruh beberapa jenis tingkat kekerasan media agar dan 2.4-D terhadap produksi tunas mikro kentang, telah dilakukan di Laborato- rium Kultur Jaringan PAU Bioteknologi IPB pada bulan November 1993 sampai dengan bulan April 1994.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh substitusi beberapa jenis media agar dengan tingkat ke- kerasan tertentu (agar GS) yang dicuci maupun tidak dicuci terhadap agar-agar murni Difco Bacto dan pemberian 2.4-D dalam media tersebut terhadap produksi tunas mikro ken- tang secara in vitro.
Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu media terdiri dari 8 taraf dan 2.4-D terdiri dari 3 taraf. Faktor pertama adalah media dengan 8 taraf perlakuan meliputi: Media dengan bahan pemadat agar-agar GS 980 (A1), agar-agar GS 700 (A2), agar-agar GS 600 (A3), ketiganya tanpa pencucian, dan agar-agar Difco Bacto (A4); Agar-agar GS 980 (A5), agar-agar GS 700 (A6) dan agar-agar GS 600 (A7), ketiganya dengan pencucian, serta agar-agar pasar "Swallow" (A8) sebagai pembanding. Faktor kedua. adalah 2.4-D dengan 3 taraf yaitu konsentrasi 0 ppm (20), 0.04 ppm (21) dan 0.06 ppm (23). Penelitian ini terdiri dari 24 kombinasi dengan 11 kali ulangan setiap perlakuan. Eksplan yang digunakan adalah kultivar Atlantik.
Media agar-agar yang digunakan tidak berpengaruh terhadap jumlah tunas, jumlah buku per botol, jumlah buku per tunas, jumlah buku per panen dan jumlah stek mikro. Pemberian 2.4-D juga tidak berpengaruh terhadap semua peubah yang diamati. Interaksi antara keduanya juga tidak memberikan pengaruh yang nyata. Secara umum pencucian ketiga jenis bahan pemadat agar-agar dengan tingkat kekerasan tertentu (GS) yaitu GS 600, GS 700 dan GS 980 yang bertujuan memurnikan agar sebagai media pertumbuhan eksplan tidak memberikan hasil yang berbeda nyata. Umumnya Jumlah buku yang terbentuk setiap minggunya pada semua jenis media agar yang digunakan relatif sama.
Peningkatan jumlah buku/tunas setiap minggunya lebih banyak dihasilkan pada media dengan bahan pemadat agar- agar yang tidak mengalami pencucian…
