View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Agribusiness
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Agribusiness
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis usaha perikanan pukat cincin dan kemungkinan pengembanganna di Kotamadya Banda Aceh Propinsi Daerah Istimewa Aceh

      Thumbnail
      View/Open
      full text (21.28Mb)
      Date
      1997
      Author
      Meutia, Tetty
      Kusumastanto, Tridoyo
      Sobari, Moch Prihatna
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Produksi perikanan laut Kotamadya Banda Aceh pada 5 tahun terakhir mengalami penurunan, hal ini diduga karena armada penangkapan yang ada berukuran kecil dan masih beroperasi di perairan pantai. Akibatnya hasil tangkapan yang diperoleh rendah dan berdampak pada pendapatan yang diperoleh nelayan. Potensi sumberdaya perikanan laut Daerah Istimewa Aceh (teritorial dan ZEEI) diperkirakan sebesar 309.431 ton, telah dimanfaatkan sebesar 99.599,9 ton. Dengan demikian terdapat peluang pengembangan 209.831,1 ton (berdasarkan perhitungan perkiraan luas perairan ZEEI Daerah Istimewa Aceh). Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi dan pendapatan nelayan adalah dengan mengembangkan unit penangkapan yang produktif dan dapat menjangkau Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia. Unit penangkapan yang produktif yang digunakan oleh nelayan di Kotamadya Banda Aceh diantaranya adalah pukat cincin. Purse seine disebut pukat cincin karena alat tangkap ini dilengkapi dengan cincin-cincin pada bagian pinggir jaringnya. Pukat cincin yang ada di Kotamadya Banda Aceh memiliki produktivitas terbesar diantara alat tangkap lainnya. Alat tangkap pukat cincin diperkirakan beroperasi pada perairan pantai, mengingat kekuatan kapal maksimal yang ada di Propinsi Daerah Istimewa Aceh hanya 20 GT (Erwidodo et al, 1994). Untuk itu perlu dilakukan penelitian mengenai kemungkinan pengembangan usaha penangkapan dalam rangka memanfaatkan sumberdaya perikanan yang terdapat di perairan Daerah Istimewa Aceh (teritorial dan ΖΕΕΙ). ...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/150762
      Collections
      • UT - Agribusiness [4776]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository