Analisis Saluran Tataniaga dan Karakteristik Kulit Sapi dan Kerbau Dari RPT Cakung Ke Pabrik Penyamak di DKI Jakarta
View/ Open
Date
1988Author
Ammarie, Rifda Al
Kooswardhono M.
Natasasmita, Sudjana
Metadata
Show full item recordAbstract
Meningkatnya jumlah konsumsi daging di DKI Jakarta menyebabkan peningkatan produksi kulit mentah pada tahun 1985/1986 mencapai 600 lembar per hari dan pada tahun 1987 mencapai 456 lembar kulit sapi dan kerbau per hari.
Penelitian ini dilakukan di DKI Jakarta mulai tanggal 13 Februari 1988 sampai dengan tanggal 20 Maret 1988 dengan menggunakan metode survey. Responden pemilik ternak diambil secara "purposive" berdasarkan keterangan pengelola PD Dharma Jaya, sedangkan pedagang daging dan pemborong kulit berdasarkan keterangan pemilik ternak, selanjutnya sampai ke pabrik penyamak di DKI Jakarta.
Tujuan penelitian ini ialah untuk (1) Analisis lembaga tataniaga yang terlibat dalam saluran tataniaga kulit sapi dan kerbau dari RPT Cakung ke pabrik penyamak kulit, (2) Mengetahui karakteristik kulit mentah dan karakteristik produk serta tujuan penggunaan yang diperhatikan dalam tataniaga kulit dan (3) Mengetahui per- lakuan perlakuan terhadap kulit yang secara umum diterap- kan di lapangan.
Analisis data untuk saluran tataniaga dan analisis karakteristik kulit mentah sampai menjadi kulit samak dilakukan secara tabulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga tataniaga kulit yang terlibat dalam saluran tataniaga kulit sapi dan kerbau di DKI Jakarta adalah pemilik ternak, pedagang daging, pemborong kulit, pengolah kulit dan pabrik penyamak kulit. Adanya fungsi rangkap lembaga tataniaga memperpendek saluran tataniaga.
Collections
- UT - Agribusiness [4776]
