View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Anatomy, Phisiology and Pharmacology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Anatomy, Phisiology and Pharmacology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh pemberian infusa artemisia annua L. pada mencit [Mus musculus albinus] yang diinfeksi Plasmodium berghei

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (5.971Mb)
      Date
      2009
      Author
      Ditya, RR. Mieke Sarah
      Cahyaningsih, Umi
      Gusmaini
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Artemisia annua L.. (A.annua L..) merupakan salah satu tanaman herbal dari China yang potensial menjadi obat karena mengandung artemisinin yang berkhasiat sebagai obat anti-malaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian infusa A.annua L. terhadap mencit yang diinfeksi Plasmodium berghei. Pada penelitian ini digunakan infusa Alannua L.dengan pelarut air tanpa evaporasi. Hewan coba yang digunakan adalah mencit jantan dan mencit betina (Mus musculus albinus) yang sebelumnya telah diinfeksi oleh Plasmodium berghei. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga ulangan dan lima kelompok perlakuan berdasarkan pemberian infusa A.annua L. yaitu 1) kontrol positif atau KP (diinfeksi tanpa pengobatan), 2) kontrol obat atau KO (Sulfadoksin-Pirimetamin), 3) ARI (infusa A.annua L. dengan pengenceran 1x10), 4) AR2 (infusa A.annua L. dengan pengenceran 1x10), dan 5) AR3 (infusa A.annua L. dengan pengenceran 1x10). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan parasitemia per hari terendah selama pengamatan terdapat pada kelompok AR2 pada mencit jantan dan kelompok AR3 pada mencit betina. Kematian mencit betina pada kontrol positif terjadi pada hari ke-8 sedangkan kelompok AR2 terjadi pada hari ke-9 setelah infeksi masing- masing sebanyak satu ekor (33,33%). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa infusa A.annua L, dengan pengenceran tinggi memiliki daya kerja yang lebih baik sebagai anti-malaria dibandingkan dengan pengenceran yang rendah….
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/150475
      Collections
      • UT - Anatomy, Phisiology and Pharmacology [1047]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository