View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Fisheries Resource Utilization
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Fisheries Resource Utilization
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh kedalaman mata pancing rawai tuna terhadap hasil tangkapan (Percobaan orientasi dengan KM.Madidihang di Samudera Hindia sebelah Barat Sumatera)

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (16.34Mb)
      Date
      1995
      Author
      Suharto
      Murdiyanto, Bambang
      Mawardi, Wazir
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      kedalaman mata pancing yang dapat dicapai oleh mata pancing rawai tuna yaitu pancing I terdapat pada kedalaman 44,3 m - 45,6 m, mata pancing II terdapat pada kedalaman 72 m - 74,5 m, mata pancing III terdapat pada kedalaman 94,1 m - 98,0 m, mata pancing IV terdapat pada kedalaman 109,7 m - 114,6 m, dan mata pancing V terdapat pada kedalaman 118,0 m sampai dengan 123,3 m. Hasil perhitungan arah dan kecepatan arus selama penelitian berkisar antara 1,52 knot sampai dengan 1,85 knot. Percobaan penangkapan di Samudera Hindia di sebelah Barat Pulau Sumatera, terletak pada ordinat: 03°47′ LS - 06°31′ LS dan 097°09′ BT - 100°29′ BT. Setting dilaksana- kan sebanyak 10 kali, dimulai dari tanggal 10 Maret 25 Maret 1995 memakai Kapal Latih KM. Madidihang. Mengunakan rawai tuna lapisan dalam (10 mata pancing per basket), jumlah pancing per seting 600 mata pancing. Jumlah total hasil tangkapan sebanyak 73 ekor, dengan laju pancing 1,24. Komposisi hasil tangkapan selama penelitian terdiri dari : madidihang 15 ekor (20,55%), matabesar 21 ekor (28,77%), cakalang 6 ekor (8,22%), albakora 5 ekor (6,85%), berbagai jenis cucut 13 ekor (17,81%), dan berbagai jenis marlin 13 ekor (17.81%). Menurut Yobe et al, 1963 vide Muripto, 1981 penye- baran matabesar terbesar terdapat diantara 0° 10° Lintang Selatan 90° 110° Bujur Timur. Jadi operasi penangkapan pada trip ini berada pada daerah penyebaran matabesar, sehingga hasil tangkapan matabesar paling banyak. Madihang dan matabesar merupakan hasil tangkapan utama, sedangkan berbagai jenis marlin dan berbagai jenis cucut merupakan hasil tangkap sampingan….dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/150470
      Collections
      • UT - Fisheries Resource Utilization [1891]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository