Studi tentang kekuatan mekanis jenis bahan mata pancing rawai cucut yang digunakan di perairan sekitar Pelabuhan Ratu
View/ Open
Date
1996Author
Husban, Banban
Murdiyanto, Bambang
Mawardi, Wazir
Metadata
Show full item recordAbstract
Potensi sumberdaya perikanan demersal yang terdapat di Perairan Indonesia cukup tinggi yaitu sebesar 2,5 juta ton per tahun dengan potensi lestari sebesar 1,899 juta ton per tahun (Departemen Pertanian, 1991). Beberapa jenis ikan demersal dapat dikategorikan sebagai ikan ekonomis penting. Ikan-ikan tersebut antara lain kakap merah, bawal putih, kerapu, cucut dan manyung.
Usaha penangkapan ikan demersal di Indonesia khususnya setelah adanya pelarangan terhadap trawl, menggunakan alat tangkap seperti lampara dasar, jaring insang dasar, rawai, dogol, pancing ulur dan bubu. Dibandingkan dengan alat tangkap lainnya, rawai memiliki beberapa kelebihan diantaranya selain dapat dioperasikan untuk daerah penangkapan yang dalam dengan semua tipe dasar perairan, juga bila dilihat dari mutu dan kesegaran jenis-jenis ikan yang tertangkap, hasil tangkapan rawai jauh lebih baik (Roughley, 1968) di dalam Kusno Susanto dan Chairul Nasution (1988).
Pada perikanan pancing, khususnya pada alat tangkap rawai, mata pancing merupakan bagian yang sangat penting dan menentukan keberhasilan operasi penangkapan. Mata pancing yang digunakan pada perikanan rawai terdiri dari berbagai macam bentuk dan ukuran. Bahan baku yang digunakannya juga bervariasi. Adanya perbedaan bentuk, ukuran dan bahan, tentunya akan mempengaruhi keefektifan dan kekuatan mata pancing itu sendiri.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kekuatan mekanis jenis bahan mata pancing rawai cucut yang digunakan di perairan sekitar Pelabuhan Ratu, yang diproduksi oleh perusahaan mata pancing yang berada di Kecamatan Cisaat, Sukabumi, serta pengaruh pelapisan dengan timah melalui proses galvanisasi terhadap kekuat- an mekanis bahan. ...
