Suatu studi tentang unit penangkapan ikan dan kemungkinan pengembangannya di Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah
View/ Open
Date
1988Author
Latumaerissa, Ronald L.
Ayodhyoa, H. A. U.
Pasaribu, Bonar P.
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, mulai dari bulan Oktober sampai bulan Desember 1986. Tujuannya untuk mengetahui keadaan umum perikanan tangkap dan kemungkinan pengembangan beberapa unit penangkapan ikan yang produktif di daerah setempet. Metode yang digunakan adalah metode survai.
Sampai tahun 1985, perkembangan jumlah Rumah Tangga Perikanan (RTP) mencapai 1.128 RTP, peraku/kapal ikan 209 perahu/kapal, unit penangkapan ikan 261 unit dan jumlah pro- duksi 3.429,3 con.
Alat Penangkapan ikan yang banyak digunakan oleh nelayan di Kecamatan Leihitu adalah: jarina gieb (pukat cincin), huhate (pole and line), bagan rakit, jaring insang lingkar, bubu dan pancing lainnya. Sedangkan unit penanskapan yang diteliti berdasarkan pertimbangan bio-technico-socio-economica adalah alat tangkan jaring giob, huhase, bagan rakit dan jaring insang lingkar.
Perkiraan potensi perikanan ikan pelaris dengan meng- gunakan Schaeffer Model diperoleh MSY sebesar 4.630,54 ton. Sedangkan produksi yang telah dicapai 3.37,4744 ton berarti usaha perikanan tangkan ikan pelaris belum menunjukkan lebih tangkan.
Berdasarkan hasil analisa aspek-aspek biolosi, teknis, ekonomi dan analisa optimisasi diperoleh bahwa unit penangkapan jaring giob, huhate, bagan rakit dan jaring insang lingkar layak dikembangkan yaitu masing-masing ditambah: jaring giob 10 unit, huhate 9 unit, bagan rakit 9 unit dan jaring insang lingkar 9 unit.
Sejalan dengan tujuan pengembangan dan pembangunan sektor perikanan yaitu: peningkatan produksi perikanan, peningkatan pendapatan nelayan dan penyerapan tenaga kerja, maka unit penangkapan jaring siob dan huhate merupakan pilihan terbaik untuk dikembangkan di Kecamatan Leihitu; untuk peningkatan komoditi ekspor, unit penangkapan huhate merupakan pilihan terbaik karena hasil tangkapannya berupa cakalang dan tuna lainnya; sedangkan untuk kelestarian sumberdaya perikanan laut, huhate dan jaring insang lirekar merukan pilihan terbaik karena memiliki selektivitas yang tinggi.
