Studi perbandingan antara Keong Murbei (Pomacea sp.) bercangkang halus dengan bercangkang kasar
View/ Open
Date
1994Author
Findriati, Indri
Suwignyo, Pong
Riani, Etty
Metadata
Show full item recordAbstract
Rataan laju pertumbuhan mutlak rata-rata biomassa (gr/minggu) ukuran kecil (halus 2,36; kasar = 2,22), ukuran sedang (halus = 1,48; kasar = 0,98), ukuran besar (halus 1,22; kasar = 0,40) dan rataan laju pertumbuhan mutlak rata-rata tinggi cangkang (mm/minggu) ukuran kecil (halus = 0,23; kasar = 0,22), ukuran sedang (halus 0,13; kasar = 0,12), ukuran besar (halus 0,08; kasar = 0,06).
Kemampuan mengkonsumsi pakan keong bercangkang halus (ukuran sedang = 2,52 gr/gr biomassa/minggu; ukuran besar 2,96 gr/gr biomassa/minggu) dan bercangkang kasar (ukuran sedang = 2,28 gr/gr biomassa/minggu; ukuran besar = 2,20 gr/gr biomassa/minggu). Untuk keong ukuran kecil kemampuan mengkonsum- si pakan tidak berbeda nyata, yaitu yang bercangkang halus 3,04 gr/gr bio- massa/minggu dan bercangkang kasar = 3,09 gr/gr biomassa/ minggu.
Melihat susunan gerigi pada gigi radula keong murbei ternyata kedua jenis cangkang keong ini memiliki tipe yang sama yaitu tipe radula Taenioglossa dengan pola 2-1-1-1-2.
Berdasarkan aspek pertumbuhan, kemampuan mengkonsumsi pakan, dan su- sunan gerigi dari gigi radula ternyata antar kedua keong tersebut berasal dari spesies yang sama yaitu Pomacea sp.
Pertumbuhan keong di dalam bak lebih baik dari pertumbuhan keong di dalam akuarium. Hal yang menarik adalah bahwa keong murbei bercangkang kasar tersebut baik yang di bak maupun di akuarium dapat berubah menjadi halus kembali. Hal ini memperkuat dugaan bahwa kedua jenis cangkang keong tersebut berasal dari spesies yang sama.
