Analisis preferensi konsumen jamu serbuk kemasan di Kota Bogor, Jawa Barat
Abstract
Pengetahuan tentang tanaman obat tradisional merupakan warisan budaya bangsa berdasarkan pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan secara turun temurun yang diwariskan kepada generasi penerus bangsa. Studi penelitian jamu secara ilmiah dipelopori oleh Rumphius seorang ahli tanaman diakhir tahun 1775 dengan diterbitkannya buku "Herbria Amboinesis". Penelitian ilmiah tentang jamu juga telah dilakukan oleh Pusat Riset Tanaman Obat di kebun Raya Bogor, dengan menerbitkan buku "Medical book For children and Adults", yang disusun oleh E. Van Bent.
Jamu yang diproduksi oleh pengusaha jamu modern saat ini sudah dapat disejajarkan dengan obat modern dengan uji klinis atau fitofarmaka yang menjamin mutu jamu lebih bagus dan berkhasiat. Hal tersebut membuktikan bahwa jamu meskipun hanya menggunakan bahan alami yang berasal dari tanaman obat tetap memiliki khasiat yang baik untuk penyembuhan penyakit, serta aman dengan efek samping yang minimal dibanding obat farmasi modern
Karakteristik konsumen Jamu serbuk kemasan sebagian besar berjenis kelamin laki-laki yaitu untuk jenis Tolak Angin sebesar 87,5 persen, Pegal Linu 77,5 persen dan Obat kuat kebugaran 90 persen. Melihat umur dari sampel konsumen jamu serbuk ketiga jenis yang diteliti terlihat bahwa secara umum dikonsumsi oleh orang dewasa berusia produktif yaitu 26-35 tahun. Dilihat dari pendidikan responden jamu serbuk kemasan tergolong terpelajar hal ini dapat dilihat dari jumlah responden yang sebagian besar lulus SMU. Dari segi pekerjaan yang dominan berprofesi sebagi wiraswasta dan pegawai swasta dengan pendapatan antara Rp 1.000.000 Rp 2.000.000 serta diatas 60persen responden sudah menikah.
Pada tahap pengenalan kebutuhan, sebagian besar responden mengkonsumsi jamu untuk kuratif (pengobatan). Konsumen masih meyakini bahwa jamu serbuk masih merupakan pilihan untuk mengobati penyakit yang diderita responden. Pada tahap pencarian informasi informasi teman berdasarkan pengalaman merupakan salah satu faktor penting yang memberikan pengaruh terhadap keputusan pembelian. Pada proses keputusan pembelian konsumen membeli hanya dalam jumlah satu sachet dan memebeli hanya pada saat membutuhkan saat sakit.
Dari ketiga merek yang diteliti menunjukkan bahwa jamu merek Sido Muncul menunjukkan urutan tertinggi dinilai dari keseluruhan analisis sikap konsumen baik pada jenis Tolak Angin, Pegal linu maupun Obat Kuat atau Kebugaran. Dari ketiga merek yang diteliti menunjukkan bahwa jamu merek Sido Muncul menunjukkan urutan tertinggi dinilai sikapnya dari keseluruhan analisis sikap konsumen baik pada jenis Tolak Angin (15,74), Pegal linu (17,98) maupun Obat Kuat atau Kebugaran (16,36). Atribut yang melatar belakangi pilihan konsumen terhadap jamu serbuk kemasan yaitu pada atribut iklan, merek, harga dan keampuhan khasiat dari jamu serbuk kemasan….
