Studi tentang kemampuan konsumsi harian ikan koan (Ctenopharyngodon idella) terhadap ganggang (Hydrilla verticillata)
View/ Open
Date
1990Author
Shofawie, Achmad Tantan
Eidman, Muhammad
Setyobudiandi, Isdradjad
Metadata
Show full item recordAbstract
Gulma air didefinisikan sebagai tumbuhan air yang dalam keadaan dan waktu tertentu tidak dikehendaki karena dianggap lebih banyak menimbulkan kerugian daripada manfaat yang ditimbulkannya (Soerjani dan Pancho, 1974). Keberadaan gulma air di suatu perairan umum merupakan bagian dari masalah yang perlu penanganan dalam manajemen sumberdaya perairan.
Hydrilla verticillata (ganggang, hydrilla, water thyme) merupakan salah satu jenis gulma air yang menduduki kategori penting nomor dua di dunia (termasuk kawasan Asia Tenggara) setelah eceng gondok (Eichhornia crassipes). Gangguan serius dan kerugian yang disebabkan ganggang antara lain dapat mengurangi aliran air dalam sistem saluran irigasi dan hidroelektris. Aliran air akan berkurang sekitar 40-95% pada sistem irigasi, dan dapat menyebabkan banjir seperti yang terjadi di Guyana dan Malaysia. Gangguan serius lainnya dapat mengurangi mobilitas navigasi untuk berbagai kepentingan (Sastroutomo, 1985).
Salah satu metoda biologi untuk mengendalikan gang gang adalah dengan menggunakan ikan koan / grass carp (Ctenopharyngodon idella). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kemampuan konsumsi harian ikan koan dalam ukuran bobot individu yang berbeda terhadap salah satu jenis gulma air (Hydrilla verticillata). Informasi ini dianggap perlu untuk mengetahui keefektifan dari beberapa ukuran bobot individu ikan koan dalam pengendalian gulma air gang-geng.
Penelitian ini dilaksanakan di Balai Benih Ikan Limbangansari Kabupaten Cianjur, berlangsung selama 21 hari berturut-turut. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak
lengkap dengan 3 perlakuan dalam 3 ulangan. Ketiga perlakuan tersebut adalah bobot individu ikan ikan koan 100 g sebanyak 2 ekor (bak A), bobot individu ikan koan 200 g seba-
nyak 2 ekor (bak B), dan bobot individu ikan 300 g sebanyak
2 ekor (bak C). Pada bak tanpa ikan (bak K) dilakukan pula
pengamatan pertumbuhan ganggang dengan penanaman bobot awal
ganggang 1000 g. Parameter yang diamati adalah ganggang
yang dikonsumsi setiap hari dan pertumbuhan ganggang (hari ke-0, 5, 10, 15, 21). Sebagai tambahan diukur pula pertumbuhan ikan pada akhir penelitian, dan kondisi air pada awal dan akhir penelitian. ...
