Keterkaitan kelimpahan kepiting bakau seylla serrata, S.oceania dan S. tranquebarica dengan ketersediaan makanan alami di Kawasan Hutan Mangrove RPH Cibuaya, Karawang
View/ Open
Date
1997Author
Yusniar
Soewardi, Kadarwan
Bengen, Dietriech G.
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini dilaksanakan di kawasan hutan mangrove RPH (Resort Polisi Hutan) Cibuaya, Karawang pada tanggal 4 Oktober-28 November 1996 dengan 3 kali pengambilan contoh. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keterkaitan antara kelimpahan kepiting bakau dengan ketersediaan makanan alami dan kondisi hutan mangrove di kawasan penelitian.
Pengambilan contoh dilakukan dengan menggunakan metode transek kuadrat. Plot kuadrat yang digunakan berukuran 10 * 10 meter untuk pengamatan kerapatan mangrove dan kepiting bakau. Contoh makrozoobentos dan serasah diambil dengan menggunakan ekman dredge dan pipa paralon dalam plot 1 * 1 meter di setiap plot ukuran 10 * 10 meter.
Parameter kualitas air yang diukur terdiri dari suhu, salinitas dan pH. Keterkaitan kelimpahan kepiting bakau dengan makanan alami dan kerapatan mangrove dianalisis menggunakan Analisis Faktorial Koresponden (CA).
Dari hasil pengamatan, diketahui adanya dominasi dari satu jenis mangrove yaitu Rhizophora mucronata, sedangkan jenis lainnya ditemui di sepanjang aliran sungai dan di muara sungai. Kerapatan tertinggi ditemukan di stasiun VI dengan nilai 26 ind/m², sedangkan stasiun VII merupakan dengan kerapatan terendah yaitu sebesar 0 ind/m². Dari hasil pengukuran kondisi biofisik di lokasi penelitian diperoleh kisaran suhu antara 27,331°C, pH berkisar antara 7-8 serta salinitas antara 11-24°/ου.
Bobot serasah yang diperoleh pada umuunnya sesuai dengan besarnya kerapatan mangrove tetapi hal ini dipengaruhi pula oleh faktor-faktor lainnya, misalnya kecepatan angin, adanya alga atau tumbuhan air, serta diameter mangrove yang ada. Bobot serasah yang diperoleh berkisar antara 7,5226-19,06 gr/m². Bobot serasah tertinggi dijumpai di stasiun VII dan terendah di stasiun VIII. ...
