Sebaran spasial dan asosiasi karang scleractinia di Perairan Pantai Candi Dasa, Bali Timur
View/ Open
Date
1997Author
Sofhya, Diana
Bengen, Dietriech G.
Widodo
Prartono, Tri
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur komunitas karang dan asosiasi karang scleractinia di Perairan Pantai Candi dasa, Bali Timur. Penelitian dilakukan dari tanggal 7 Oktober - 25 November 1996 di Perairan Pantai Candi Dasa, Bali timur. Pada lokasi penelitian ditetapkan 3 stasiun pengamatan. Pembagian stasiun pengamatan berdasarkan penutupan karang hidup dan perbedaan kondisi fisik lingkungannya. Pengamatan di setiap stasiun dilakukan dengan kombinasi metode transek garis dan transek kuadrat, dengan menggunakan 2 transek garis yang masing- masing berukuran 50 m, jarak antar transek 10 m sedangkan transek kuadrat yang digunakan berukuran 1x1 m.
Dari setiap transek diidentifikasi spesies karang, lifeform karang (bentuk morfologi karang) dan dihitung jumlah individu, keanekaragaman dan persentase penutupan. Disamping itu, juga diukur parameter fisik lingkungan, meliputi: kedalaman, kelarutan oksigen, suhu, salinitas, kecepatan arus, kekeruhan dan kandungan C-organik sedimen.
Untuk melihat sebaran spesies karang antar stasiun, asosiasi antara spesies karang dan parameter fisik lingkungan, sebaran lifeform karang antar stasiun dan asosiasi antara lifeform karang dan parameter fisik lingkungan digunakan Analisis Faktorial Koresponden,
Dari hasil pengamatan di Perairan Pantai Candi Dasa dijumpai 37 spesies karang yang termasuk ke dalam 9 famili karang Scleractinia. Spesies-spesies Acropora formosa, Acropora divaricata, Acropora aspera, Acropora hyacinthus dan Favia stelligera ditemukan melimpah pada lokasi penelitian. Bila dilihat dari lifeform karang, Acropora bercabang (ACB), Acropora meja (ACT), non-Acropora (CB), non-Acropora masif (CM), non-Acropora submasif (CS), non-Acropora daun (CF), non-Acropora kerak (CE), dan karang mati dengan alga (DCA) berperan penting dalam pembentukan struktur komunitas karang di lokasi penelitian.
Penutupan karang hidup (stony coral) di lokasi penelitian memperlihatkan persentase penutupan yang berkisar antara 20,7048,30%. Persentase penutupan terendah ditemukan di Stasiun I yang terletak di belakang jetty, sedangkan persentase penutupan terbesar dijumpai di Stasiun III yang berjarak kurang lebih 500 m dari garis pantai. ...
