View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Soil Science and Land Resources
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Soil Science and Land Resources
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Biomassa karbon mikroorganisme (Cmic) pada berbagai tipe penggunaan lahan

      Thumbnail
      View/Open
      full text (1.898Mb)
      Date
      1997
      Author
      Adhayanti, Yani
      Anas, Iswandi
      Djajakirana, Gunawan
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Biomassa karbon mikroorganisme (Cmic) merupakan indikator yang sensitif dalam memonitor status bahan organik tanah, terutama untuk mengetahui tingkat degradasi lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur biomassa karbon mikroorganisme pada berbagai tipe penggunaan lahan dari dua kedalaman. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biologi Tanah, Jurusan Tanah IPB. Pelaksanaan dimulai dari bulan November 1996 sampai bulan Februari 1997. Contoh tanah diambil dari sekitar lokasi BMSF (Bench Mark Soil Fertility) Unibraw, Ketapang, Lampung utara dan diambil dari dua kedalaman tanah yaitu 0-5 cm dan 5-15 cm dengan tiga ulangan lokasi untuk setiap pengambilan. Pengukuran Cmic dilakukan dengan metode fumigasi-ekstraksi (modifikasi metode Ohlinger dan Gerzabek, 1995). Di samping itu ditetapkan jumlah mikroorganisme total, jumlah fungi total dan respirasi mikroorganisme tanah sebagai pembanding. Tipe penggunaan lahan hutan memiliki kandungan Cmic yang lebih tinggi dibandingkan agroforest, perkebunan, alang-alang dan kebun singkong. Pada tipe penggunaan lahan ini Cmic pada kedalaman 0-5 cm nyata lebih tinggi dibandingkan kedalaman 5-15 cm, sebaliknya kebun singkong Cmic pada kedalaman 0-5 cm nyata lebih rendah dibandingkan kedalaman 5-15 cm, sedangkan pada tipe penggunaan lahan agroforest, perkebunan dan alang-alang, Cmic pada dua kedalaman tidak berbeda nyata. Kandungan Cmic pada lokasi lahan hutan dan agroforest tinggi pada kedalaman 0-5 cm, sebaliknya pada lokasi lahan kebun singkong Cmic tinggi pada kedalaman 5-15 cm, sedangkan di lokasi lahan perkebunan dan alang-alang kandungan Cmic bervariasi antar kedalaman.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/149343
      Collections
      • UT - Soil Science and Land Resources [2825]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository